bernasnews– Suasana kawasan pesisir Depok, Parangtritis, Bantul, mendadak gempar pada Kamis (29/8/2025) sore. Seorang pria asal Jakarta ditemukan meningg*l dunia di sebuah rumah kos yang berdiri tepat di utara landasan pacu Pantai Depok.
Paimain, pria kelahiran Karanganyar 6 Maret 1983, karyawan swasta yang beralamat di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi korban peristiwa tragis tersebut.
Ia tinggal sementara di kos-kosan milik Sumarah, warga Depok RT 01 Parangtritis, Kretek, Bantul. Sekitar pukul 18.00 WIB, seorang penghuni kos bernama Suprayetno mendatangi kamar korban.
Ia bermaksud mengembalikan lima batang rokok pada korban. Namun, saat memanggil, korban hanya terdiam di dalam kamar.
Merasa aneh, Suprayetno segera memanggil istrinya, Sumarah, sang pemilik kos. Keduanya bersama-sama masuk untuk memastikan kondisi korban. Namun, Paiman tetap tidak bergerak.
Rasa curiga semakin kuat, hingga mereka meminta bantuan tetangga lain, Parijan. Setelah bersama-sama melihat kondisi korban, mereka akhirnya menyadari bahwa Paiman telah meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita H., membenarkan kejadian itu. Polisi langsung mengamankan lokasi dan memanggil tim identifikasi serta tenaga medis dari Puskesmas Kretek.
Tim medis pimpinan dr. Bimo menemukan korban dalam keadaan terbujur di lantai kamar kos. Ia mengenakan kaos putih, sarung bermotif hijau, dan sebuah gelang tali masih melingkar di tangannya.
Bibir korban tampak kebiruan, cairan bening keluar dari sudut bibir, dan lidah sedikit menonjol. Kondisi tubuh sudah menunjukkan kaku dan lebam mayat, terutama di punggung, lengan kiri, serta paha kiri.
“Tim medis memperkirakan korban sudah meninggal sekitar tiga jam sebelum ditemukan,” jelas Iptu Rita.
Hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Bantul pimpinan Aipda Teguh Wijaya menegaskan bahwa di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Polisi memastikan bahwa penyebab kematian bukan karena tindak kriminal.
Sumarah, pemilik kos, masih terlihat syok. Ia tidak menyangka kamar yang sehari-hari sepi itu mendadak menjadi saksi bisu kematian seorang perantau dari Jakarta.
Hingga Kamis malam pukul 21.50 WIB, polisi masih menunggu kedatangan keluarga korban dari Purwokerto. Unit Reskrim Polsek Kretek memastikan penyerahan jenazah ke pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai.
“Polisi sudah menghubungi keluarga dan Kami pastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas Iptu Rita. (ef linangkung)












