bernasnews – Kapan Maulid Nabi 2025 diperingati? Pemerintah menetapkan tanggal 5 September 2025 sebagai hari libur nasional.
NU juga sepakat dengan tanggal tersebut, sementara Muhammadiyah menetapkan sehari lebih awal, yaitu 4 September 2025. Simak perbedaan, sejarah, dan tradisi Maulid Nabi.
Kapan Maulid Nabi 2025 Diperingati?
Pertanyaan mengenai jadwal peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 banyak diajukan umat Islam.
Sebagaimana diketahui, kelahiran Rasulullah selalu diperingati pada 12 Rabiul Awal dalam kalender hijriah, tetapi jika dikonversikan ke kalender masehi, tanggalnya bisa berbeda.
Perbedaan ini biasanya muncul karena metode perhitungan kalender yang digunakan masing-masing pihak tidak sama. Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah memiliki mekanisme penentuan yang berbeda, sehingga wajar bila terjadi perbedaan sehari dalam penanggalan.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 933 Tahun 2025, Nomor 1 Tahun 2025, dan Nomor 3 Tahun 2025 mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, pemerintah telah menetapkan Maulid Nabi jatuh pada Jumat, 5 September 2025.
Tanggal tersebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah dan juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Karena bertepatan dengan hari Jumat, maka umat Islam di Indonesia akan menikmati libur panjang atau long weekend selama tiga hari berturut-turut, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Jadwal Maulid Nabi 2025 Menurut NU
Penetapan yang sama juga datang dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).
Melalui hisab yang dilakukan, NU menetapkan 1 Rabiul Awal 1447 H jatuh pada Senin, 25 Agustus 2025. Dengan demikian, 12 Rabiul Awal 1447 H jatuh pada Jumat, 5 September 2025, sejalan dengan keputusan pemerintah.
Jadwal Maulid Nabi 2025 Versi Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mengacu pada perhitungan astronomi modern. Berdasarkan metode ini, 1 Rabiul Awal 1447 H jatuh pada Minggu, 24 Agustus 2025. Artinya, 12 Rabiul Awal 1447 H bertepatan dengan Kamis, 4 September 2025.
Dengan demikian, jadwal Maulid Nabi 2025 versi Muhammadiyah lebih cepat sehari dibandingkan pemerintah dan NU.
Meski terjadi perbedaan, hal ini tidak mengurangi makna dari Maulid Nabi. Inti dari peringatan tetaplah sama, yakni meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW, mempererat persaudaraan antarumat Islam, memperbanyak ibadah, serta memperkuat keimanan.
Tradisi memperingati hari kelahiran Rasulullah telah berlangsung selama berabad-abad. Menurut catatan sejarah, Maulid Nabi pertama kali dipopulerkan pada masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi. Tradisi ini diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, Gubernur Irbil, Irak.
Sejarawan muslim menyebut perayaan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat umat Islam dalam menghadapi serangan tentara Salib.
Sementara itu, sebagian sejarawan Barat berpendapat bahwa tradisi Maulid berasal dari Dinasti Fatimiyah yang beraliran Syiah Ismailiyah. Tokoh seperti Al-Qalqashandi mencatat bahwa dinasti tersebut turut berperan dalam menyebarkan tradisi ini.
Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia
Di Indonesia, Maulid Nabi tidak hanya dipandang sebagai momen keagamaan, tetapi juga budaya. Berbagai tradisi tumbuh di daerah-daerah, mulai dari pembacaan shalawat dan dzikir, barzanji, hingga pengajian sirah nabawiyah.
Selain itu, banyak pula masyarakat yang mengadakan doa bersama, pengajian akbar, hingga kegiatan sosial seperti pembagian makanan dan santunan kepada anak yatim. Tradisi ini terus dipertahankan sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW sekaligus ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Jadwal Libur dan Long Weekend Maulid Nabi 2025
Pemerintah melalui SKB 3 Menteri menetapkan tanggal 5 September 2025 sebagai hari libur nasional. Karena jatuh pada hari Jumat, maka libur panjang bisa dinikmati dari 5 hingga 7 September 2025.
Bagi masyarakat yang ingin memperpanjang waktu libur, ada rekomendasi untuk mengambil cuti pribadi pada Kamis, 4 September 2025 atau Senin, 8 September 2025. Dengan begitu, waktu libur bisa mencapai empat hingga lima hari berturut-turut.
Rinciannya adalah:
- Kamis, 4 September 2025: Rekomendasi cuti pribadi
- Jumat, 5 September 2025: Libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW
- Sabtu, 6 September 2025: Libur akhir pekan
- Minggu, 7 September 2025: Libur akhir pekan
- Senin, 8 September 2025: Rekomendasi cuti tambahan
Baik pemerintah, NU, maupun Muhammadiyah memiliki metode penentuan masing-masing terkait Maulid Nabi 2025. Pemerintah dan NU sepakat pada 5 September 2025, sementara Muhammadiyah menetapkan sehari lebih awal, yaitu 4 September 2025.
Namun, perbedaan ini tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Justru, Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah hendaknya dimaknai sebagai momen memperkuat keimanan, memperbanyak amal, dan meneladani akhlak Rasulullah.
***











