News  

Remaja Misterius dengan Truk di Pantai Sanglen Ternyata Pelaku Pencurian di Sejumlah Daerah

Remaja Boyolali dibalik truk misterius di Pantai Sanglen terungkap sebagai pencuri. (Dok Polres Gunungkidul)

bernasnews – Seorang remaja misterius yang mengemudikan truk tanpa bak berpelat nomor W 9022 UD di Pantai Sanglen ternyata bukan sekadar sopir yang tersesat.

Identitasnya terungkap sebagai WS (17), remaja asal Boyolali, Jawa Tengah, yang terbukti sebagai pelaku pencurian kendaraan di berbagai daerah.

Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna, mengungkapkan tabir kelam di balik peristiwa yang sempat memancing simpati warga.

“Remaja ini mencuri truk di Kendal pada 10 Agustus 2025. Truk tersebut sempat dibawa ke Jawa Timur dan bahkan digunakan untuk mengangkut material sebelum akhirnya dibawa ke Gunungkidul,” tegas Agus.

Aksi yang Bermula dari Drama di Pantai Sanglen

Drama bermula pada Senin, 25 Agustus 2025 malam. Warga di pesisir selatan mendapati truk besar yang terjebak di hamparan pasir Pantai Sanglen, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

Sopir yang kala itu terlihat kebingungan langsung mendapat pertolongan komunitas jeep wisata. Mereka menarik truk itu keluar dari jebakan pasir.

“Komunitas jeep langsung berinisiatif membantu. Sopir itu bahkan memberikan dua buah ACCU sebagai ucapan terima kasih,” jelas Kapolsek Agus.

Namun, ketegangan tidak berhenti di sana. Setelah meninggalkan Pantai Sanglen, sopir tersebut melaju ke arah Banjarejo. Saat melewati pos TPR Pantai Drini, warga mencium gelagat mencurigakan. Informasi itu segera diteruskan ke aparat kepolisian.

Polisi Gerak Cepat, Misteri Terkuak

Aparat Polsek Tanjungsari segera bertindak. Mereka menghentikan laju truk dan menggiring pengemudinya ke kantor polisi. Pemeriksaan awal justru membuka fakta mengejutkan.

Remaja itu awalnya mengaku bernama Andri, warga Jawa Timur. Namun ia tidak membawa satu pun kartu identitas. Polisi semakin curiga saat menemukan berbagai kunci mesin dan sejumlah plat nomor berbeda di dalam truk.

“Barang-barang itu menambah kuat dugaan bahwa ia terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan,” kata Agus.

Bahkan, WS sempat nekat melarikan diri dari Mapolsek Tanjungsari tanpa pamit. Anggota kepolisian langsung bergerak cepat dan berhasil meringkusnya kembali sebelum kabur lebih jauh.

Truk Bodong untuk Foya-Foya

Hasil penyelidikan mendalam menguak kisah yang lebih memprihatinkan. WS diketahui menjual bak truk hasil curian itu untuk mendapatkan uang tambahan. Uang tersebut ia gunakan untuk bersenang-senang, termasuk rekreasi ke sejumlah pantai di Gunungkidul.

Tidak hanya itu, WS juga sempat melakukan pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polsek Saptosari, Gunungkidul. Jejak kriminalnya semakin jelas dan membuktikan bahwa aksi nekatnya bukan kebetulan semata.

“Dia marah kepada orangtuanya karena permintaan untuk dibelikan truk tidak dikabulkan. Lalu ia pergi dari rumah dan nekat melakukan pencurian,” ungkap Agus, sekaligus menepis dugaan bahwa WS mengalami gangguan kejiwaan.

Rabu, 27 Agustus 2025, polisi akhirnya menyerahkan WS beserta barang bukti truk curian ke Polres Kendal. Dari sana, kasus ini akan ditangani lebih lanjut untuk menjerat pelaku dengan pasal-pasal pencurian kendaraan bermotor.

Polisi menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini. Dugaan keterlibatan WS dalam jaringan pencurian lintas daerah masih terus diselidiki.