bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan terkait kondisi laut di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Gelombang tinggi diprediksi masih terjadi selama tiga hari ke depan, mulai Kamis hingga Sabtu, 28–30 Agustus 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menyampaikan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih cukup kompleks. Hal itu mendorong potensi gelombang dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan DIY.
“Ketinggiannya bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter, masuk kategori tinggi,” ujar Warjono, Rabu, 27 Agustus 2025 dikutip dari kabarjawa.com.
Faktor Penyebab Gelombang Tinggi
BMKG mencatat suhu muka laut di sekitar perairan Jawa berada pada kisaran 24–30 derajat Celcius dengan anomali antara -0,5 hingga 2,0 derajat. Suhu yang relatif hangat ini berkontribusi menambah energi pada pembentukan gelombang.
Selain itu, terpantau pola belokan angin di barat Sumatera, Kalimantan Utara, dan Papua. Angin timuran yang dominan di Jawa hingga Bali memperkuat tekanan di perairan selatan.
“Kombinasi faktor ini memicu tingginya gelombang. Ditambah lagi, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 4 Indian Ocean ikut mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia,” jelas Warjono.
Cuaca DIY: Potensi Hujan Lokal, Petir, dan Angin Kencang
Selain kondisi laut, BMKG juga menyoroti prakiraan cuaca di daratan DIY. Profil kelembaban udara menunjukkan lapisan bawah cukup basah dengan nilai 40–90 persen, sedangkan lapisan atas relatif kering dengan 30–70 persen. Ketidakstabilan atmosfer ini memunculkan potensi hujan lokal pada siang hingga sore hari.
Prakiraan cuaca harian di DIY untuk tiga hari ke depan adalah sebagai berikut:
- Kamis, 28 Agustus 2025
Hujan ringan hingga sedang berpotensi di Kota Yogyakarta, Sleman bagian utara dan tengah, Kulon Progo utara–selatan, Bantul selatan, dan Gunungkidul utara. Hujan dapat disertai petir dan angin kencang. Tinggi gelombang laut diperkirakan 2,5–4,0 meter. - Jumat, 29 Agustus 2025
Potensi hujan ringan hingga sedang masih terdapat di Sleman utara–tengah, Kulon Progo utara, dan Gunungkidul utara. Peluang petir dan angin kencang tetap ada. Gelombang laut bertahan pada kisaran 2,5–4,0 meter. - Sabtu, 30 Agustus 2025
Hujan cenderung lebih ringan, terutama di Sleman, Kulon Progo utara, dan Gunungkidul utara. Namun, gelombang tinggi di laut selatan DIY masih berlanjut dengan ketinggian 2,5–4,0 meter.
Imbauan untuk Nelayan dan Wisatawan
Gelombang tinggi yang diperkirakan bertahan hingga akhir pekan dinilai dapat membahayakan aktivitas di laut maupun pesisir. BMKG meminta nelayan yang menggunakan kapal kecil agar tidak memaksakan diri melaut.
Selain itu, wisata air seperti berenang, memancing di karang, atau berperahu di sekitar pantai selatan DIY juga disebut berisiko tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Jangan sekali-kali mengabaikan peringatan ini, karena keselamatan jauh lebih penting,” tegas Warjono.
Peringatan ini menjadi catatan penting bagi masyarakat pesisir DIY agar tetap berhati-hati dan menunda aktivitas berisiko tinggi di laut hingga kondisi dipastikan aman. (Eln)











