bernasnews – Selasa , 26 Agustus 2025 pagi, langit Yogyakarta memang tampak cerah berawan. Namun di balik ketenangan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengibarkan bendera peringatan.
Lembaga tersebut menyebut gelombang laut di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpotensi mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Potensi gelombang tinggi ini berlaku selama 24 jam penuh, mulai pukul 07.00 WIB.
BMKG menegaskan bahwa cuaca daratan Yogyakarta relatif bersahabat. Pada pagi hari, sinar matahari menyapa dengan langit cerah berawan. Memasuki siang hingga sore, awan mulai mendominasi.
Malam hingga dini hari berikutnya, kondisi tetap berawan dengan sesekali celah cerah muncul di langit.
Suhu udara berkisar 21 hingga 33 derajat Celsius, kelembapan udara berada di level 55 sampai 90 persen, sedangkan hembusan angin bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan maksimal 30 km per jam.
Ancaman Gelombang Tinggi di Laut Selatan
Namun, ketenangan daratan itu tidak berlaku di laut selatan. Gelombang besar terus mengintai. BMKG menegaskan, ketinggian ombak masuk dalam kategori tinggi yang sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran maupun wisata pantai.
Nelayan, wisatawan, hingga pengelola wisata laut diminta meningkatkan kewaspadaan agar tidak lengah oleh kondisi langit yang tampak cerah.
“Meski cuaca daratan terlihat bersahabat, perairan selatan DIY menghadapi ancaman gelombang tinggi. Ombak bisa mencapai 4 meter, dan ini sangat berbahaya bagi kapal kecil maupun aktivitas wisata air,” tegas peringatan resmi BMKG yang dirilis pada Selasa pagi.
Peringatan dini ini bukan tanpa alasan. Angin kencang dari arah timur hingga selatan memicu pembentukan gelombang yang lebih besar dari biasanya.
Ombak setinggi 4 meter berpotensi menghantam pesisir pantai selatan seperti Parangtritis, Samas, hingga Glagah. Wisatawan yang sering bermain air di bibir pantai diimbau untuk tidak nekat mendekat ke area ombak besar.
Pantai selatan DIY memang terkenal dengan karakter ombaknya yang ganas. Setiap tahun, catatan kecelakaan laut dan korban terseret arus pantai menjadi bukti bahwa gelombang selatan tidak bisa diremehkan.
Kali ini, meski langit cerah dan suhu udara nyaman, laut tetap menunjukkan wajah garangnya.
Imbauan untuk Nelayan dan Wisatawan
BMKG kembali mengingatkan agar seluruh pihak tidak abai. Nelayan yang biasa melaut dengan perahu kecil sebaiknya menunda keberangkatan.
Operator wisata perahu diminta untuk menutup layanan sementara. Para wisatawan pun sebaiknya menikmati keindahan pantai dari jarak aman.
Gelombang tinggi di selatan DIY menjadi ancaman nyata yang bisa datang kapan saja. Cuaca cerah tidak berarti laut jinak. Ombak setinggi 4 meter sanggup menghantam dengan kekuatan besar dan menyeret apa pun yang lengah di bibir pantai.
Dengan kondisi ini, BMKG menegaskan pentingnya sikap waspada. Masyarakat DIY, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir, diingatkan agar selalu memperhatikan informasi resmi cuaca dan gelombang sebelum memutuskan beraktivitas di laut.












