News  

Tragedi di Bantul, Warga Pleret Mengakhiri Hidup Akibat Beban Hutang

Ilustrasi | Tragedi mengakhiri hidup. (Istimewa)

bernsnews – Suasana duka menyelimuti Dusun Gunungkelir RT 03, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul, Minggu (24/8/2025). Seorang pria bernama S (43), wiraswasta asal setempat, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam rumahnya.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 11.20 WIB dan sontak mengejutkan warga sekitar. Menurut keterangan keluarga, almarhum sebelumnya sudah tiga kali mencoba mengakhiri hidup, namun selalu berhasil dicegah.

Jeratan hutang yang menumpuk disebut menjadi beban berat hingga akhirnya korban tidak mampu bertahan.

Kronologi Penemuan

Diberitakan tugujogja.id, Kejadian bermula ketika seorang tetangga, Maryadi, sekitar pukul 10.30 WIB melihat S sudah dalam keadaan tergantung di rumahnya. Panik, ia segera meminta bantuan anak korban, Riyan Arif Faisal, serta tetangga lainnya, Shodiq Suprasojo, yang diketahui anggota TNI AU.

Riyan bersama warga bergegas menurunkan tubuh sang ayah. Dalam kondisi darurat, mereka melarikan korban ke RS Permata Husada dengan harapan masih bisa diselamatkan. Namun, setibanya di rumah sakit, dokter memastikan bahwa nyawa S sudah tidak tertolong.

Riyan, anak korban, mengungkapkan bahwa ayahnya sudah tiga kali berusaha mengakhiri hidup sebelumnya. Saat itu, keluarga dan tetangga berhasil mencegahnya. Namun kali ini, tidak ada yang mampu menghentikan niat korban.

“Ayah memang sering mengeluh soal hutang yang menumpuk,” ujarnya dengan nada pilu.

Pemeriksaan Kepolisian

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita H, membenarkan dugaan bahwa tekanan ekonomi menjadi penyebab utama korban mengakhiri hidup.

“Korban terjerat hutang yang cukup besar. Itu yang menjadi beban berat hingga korban beberapa kali mencoba bunuh diri,” ungkapnya.

Tim Inafis Polres Bantul bersama dr. Indah Pamungkas dari Puskesmas Pleret melakukan pemeriksaan medis terhadap jasad korban.

Hasilnya menunjukkan adanya bekas jeratan pada leher, keluarnya cairan tubuh, serta tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik lainnya. Dokter memperkirakan korban meninggal kurang dari dua jam sebelum ditemukan.

Dengan temuan itu, polisi memastikan kasus ini murni meninggal akibat gantung diri dan tidak terkait tindak pidana.

Meski terpukul, keluarga korban akhirnya menerima kenyataan pahit tersebut. Riyan Arif Faisal, selaku anak korban, menandatangani surat pernyataan resmi bahwa pihak keluarga tidak akan menuntut siapa pun atas kematian ayahnya.

Peringatan Sosial

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tekanan ekonomi bisa berdampak serius pada kondisi mental. Warga sekitar pun diharapkan lebih peka terhadap lingkungan, agar dapat memberi dukungan kepada mereka yang tengah menghadapi beban hidup berat.

Iptu Rita menegaskan, Polres Bantul selalu membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Kami berharap warga tidak menempuh jalan pintas. Pintu komunikasi dengan aparat desa, kepolisian, maupun lembaga sosial selalu terbuka,” tegasnya.

Peristiwa ini menambah daftar kasus serupa yang dipicu oleh jeratan hutang. Dukungan dari lingkungan sekitar serta keberanian untuk mencari bantuan diharapkan mampu mencegah tragedi serupa terulang di kemudian hari. (Eln)