News  

Cuaca DIY Minggu 24 Agustus, Potensi Hujan Ringan dan Bahaya Gelombang Tinggi di Perairan Selatan

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini yang patut diwaspadai.

Meski langit Yogyakarta diperkirakan hanya akan diguyur hujan ringan di beberapa wilayah, ancaman sesungguhnya justru datang dari laut.

Gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter diprediksi mengguncang perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang hari ini.

BMKG menegaskan masyarakat pesisir tidak boleh lengah. Nelayan, wisatawan, hingga pelaku wisata pantai diminta berhati-hati. Ombak besar bisa datang tiba-tiba dan menyeret apa pun yang ada di garis pantai.

“Gelombang laut tinggi masuk kategori bahaya. Kami imbau semua pihak tidak menganggap enteng,” demikian keterangan resmi BMKG.

Prakiraan cuaca 24 jam ke depan menunjukkan variasi kondisi di sejumlah titik.

Pagi hari, matahari Yogyakarta masih tampak cerah meski berawan tipis. Namun, memasuki siang hingga sore, awan gelap berpotensi menurunkan hujan ringan di wilayah utara Sleman dan utara Kulon Progo.

Malam hari diperkirakan hanya berawan, sementara dini hari kembali cerah berawan.

Suhu udara harian berkisar 21–31 °C dengan kelembapan cukup tinggi, yakni 65–95 persen. Angin bertiup dari timur laut hingga selatan dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.

Kondisi ini memperkuat potensi terbentuknya gelombang laut besar di wilayah selatan DIY.

Bahaya Mengintai di Laut Selatan

BMKG menyebutkan gelombang laut di perairan selatan Yogyakarta berada pada kategori tinggi. Dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter, kondisi ini bisa menimbulkan bahaya besar bagi kapal nelayan kecil maupun aktivitas wisata laut.

Perahu tradisional bisa dengan mudah terbalik jika nekat melaut. Wisatawan yang beraktivitas di bibir pantai juga berisiko terseret arus kuat.

Kondisi ini bukan sekadar ancaman biasa. Ombak laut selatan Yogyakarta dikenal ganas dan kerap memakan korban. Catatan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan banyak kasus wisatawan terseret ombak karena abai terhadap peringatan.

Gelombang tinggi kali ini bisa menambah potensi tragedi serupa jika masyarakat tetap nekat beraktivitas di laut.

BMKG Ingatkan Warga Tidak Lengah
BMKG menegaskan, masyarakat harus lebih waspada meski cuaca darat terlihat relatif tenang.

Hujan ringan di beberapa titik bukanlah ancaman utama. Justru lautlah yang menjadi pusat perhatian.

“Kami minta nelayan menunda aktivitas melaut jika kondisi ombak terlihat membahayakan. Wisatawan pantai juga sebaiknya menjaga jarak aman dari bibir laut,” tegas BMKG.

Peringatan dini ini berlaku penuh selama 24 jam, mulai Minggu pagi pukul 07.00 WIB hingga Senin dini hari. Artinya, potensi bahaya bisa muncul kapan saja.

Wisatawan dan Nelayan Harus Bijak

DIY dikenal sebagai destinasi wisata pantai yang memikat. Deretan pantai seperti Parangtritis, Baron, Krakal, hingga Glagah selalu ramai pengunjung, terutama di akhir pekan.

Namun keindahan itu kerap menyimpan bahaya tersembunyi. Ombak tinggi bisa muncul tiba-tiba, menggulung siapa saja yang lengah.

Karena itu, BMKG mengingatkan nelayan untuk lebih bijak dalam menentukan waktu melaut. Kapal nelayan kecil yang tak memiliki teknologi navigasi modern rentan menjadi korban jika memaksakan diri menghadapi ombak besar.

Sementara bagi wisatawan, menjaga keselamatan lebih penting daripada memaksakan kesenangan sesaat.

Fenomena gelombang tinggi kali ini menjadi ujian nyata kesadaran masyarakat DIY. Apakah masyarakat akan mematuhi peringatan dini atau justru mengabaikannya?

BMKG menegaskan, keselamatan nyawa jauh lebih berharga daripada sekadar mencari hasil tangkapan ikan atau swafoto di bibir pantai.