News  

Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan DIY, Sabtu 23 Agustus 2025

bernasnews– Laut Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan wajah ganasnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang potensi gelombang tinggi perairan DIY pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Prediksi tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter.

BMKG menegaskan, kondisi cuaca di daratan relatif tenang. Pada pagi hari, langit diprediksi cerah berawan, sementara siang hingga sore hujan ringan mungkin turun di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara.

Malam hari cuaca kembali berawan, lalu menjelang dini hari langit kembali cerah berawan. Suhu udara berkisar 22 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan 60–95 persen. Angin bertiup dari timur–selatan dengan kecepatan maksimum 30 km/jam.

Namun, ketenangan di daratan itu berbanding terbalik dengan kondisi laut. Gelombang tinggi yang masuk kategori berbahaya mengintai pantai dari Kulon Progo hingga Gunungkidul.

Tidak hanya nelayan, wisatawan juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Ombak besar dapat menyeret siapa pun yang terlalu nekat bermain air di bibir pantai. Papan peringatan sudah berdiri di beberapa titik wisata pantai, tapi pihak berwenang terus mengimbau agar wisatawan tidak meremehkan bahaya.

“Kami mengajak wisatawan untuk menikmati pantai dari jarak aman. Jangan sekali-kali turun ke laut karena ombak bisa datang tiba-tiba,” tegas petugas SAR yang berjaga di Pantai Baron.

Gelombang tinggi yang menghantam laut selatan DIY bukan fenomena baru. Setiap tahun, lautan luas ini menyimpan kekuatan yang mampu menelan apa pun yang melawan arusnya.

Warga pesisir sudah terbiasa dengan siklus ini, namun tetap saja rasa khawatir tidak pernah hilang. Para pedagang ikan di pasar juga merasakan imbasnya. Pasokan ikan menurun drastis karena nelayan tidak berani melaut, sehingga harga mulai merangkak naik.

BMKG mengingatkan, fenomena gelombang tinggi kali ini bisa berlangsung sepanjang hari Sabtu. Jadi, masyarakat pesisir diminta tetap siaga.

“Kami harap nelayan, wisatawan, dan masyarakat sekitar pantai terus mengikuti informasi cuaca resmi. Jangan percaya kabar yang tidak jelas sumbernya,” kata BMKG. (ef linangkung)