News  

Profil Ahmad Husein Koordinator Demo Pati, Ini Rekam Jejaknya

Profil Ahmad Husein penggerak demo Pati. (Instagram @patiksakpore)

bernasnews – Nama Ahmad Husein dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik di Kabupaten Pati. Sosoknya dikenal sebagai koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), kelompok yang menginisiasi gelombang unjuk rasa besar menentang kebijakan pemerintah daerah.

Perannya sebagai penggerak aksi membuat namanya melambung, meski kemudian ia mengambil keputusan mengejutkan dengan mundur dari aliansi yang ia dirikan sendiri. Simak profil Ahmad Husein demo Pati yang tengah menjadi sorotan.

Dari Inisiator Aksi hingga Mundur dari AMPB

Awalnya, Ahmad Husein dikenal sebagai salah satu penggerak utama dalam demonstrasi di depan Gedung DPRD dan Kantor Bupati Pati pada 13 Agustus 2025. Aksi ini dipicu oleh pernyataan Bupati Pati, Sudewo, yang tetap bersikeras menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen, meskipun mendapat gelombang penolakan masyarakat.

Dalam sebuah rekaman, Sudewo bahkan menyatakan dirinya tidak gentar meski harus didemo ribuan orang. Ucapan itu justru menyulut emosi publik dan menjadi titik awal lahirnya gerakan AMPB yang digerakkan oleh Ahmad Husein bersama sejumlah tokoh masyarakat.

Unjuk rasa 13 Agustus berjalan panas. Ribuan warga turun ke jalan, menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Situasi berujung ricuh dan beberapa fasilitas di kantor pemerintahan mengalami kerusakan.

Meski tuntutan pemakzulan ditolak langsung oleh Sudewo, aksi tersebut memaksa DPRD Kabupaten Pati menggelar sidang paripurna dan membentuk panitia khusus hak angket untuk mengevaluasi kepemimpinan bupati.

Setelah aksi pertama, Ahmad Husein kembali mengumumkan rencana demonstrasi susulan atau Demo Pati Jilid 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus 2025. Melalui akun TikTok pribadinya @cybeer94, ia mengajak warga untuk kembali bersatu dan turun ke jalan. Namun sehari setelah mengunggah ajakan itu, ia mendadak membatalkan rencana aksi.

Dalam siaran langsung TikTok pada 19 Agustus, Husein menyatakan dirinya mundur dari AMPB. Ia mengaku tidak lagi mampu melanjutkan perjuangan. “Saya bukan pahlawan. Saya mohon maaf, tanggal 25 saya tidak bisa jalan,” ujarnya.

Alasan Ahmad Husein Mundur

Keputusan mendadak Ahmad Husein mundur dari barisan aksi menimbulkan tanda tanya besar. Pada saat yang sama, beredar luas foto dirinya tengah bersama Bupati Sudewo. Dalam wawancara dengan sejumlah wartawan, ia membenarkan pertemuan itu. Husein menyebut bahwa gerakan AMPB sudah tidak lagi murni, melainkan mulai ditunggangi kepentingan politik tertentu.

“Pertimbangannya, semakin saya lihat, orang-orang itu semakin melenceng jauh, kayak ditunggangi politik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak lagi menuntut pemakzulan Sudewo. Menurutnya, aspirasi yang ia sampaikan telah didengar langsung oleh bupati dan bahkan dijanjikan akan ditindaklanjuti. Hal itulah yang membuatnya memilih berdamai dan meninggalkan kursi koordinator AMPB.

Kontroversi Saat Memimpin Aksi

Sebelum mengundurkan diri, nama Ahmad Husein sempat mencuat karena bersitegang dengan Plt Sekretaris Daerah Pati, Riyoso, dalam sebuah peristiwa di Alun-alun Kabupaten Pati. Saat itu, aparat Satpol-PP berusaha memindahkan posko donasi warga yang digunakan untuk mendukung aksi demonstrasi. Husein bersama koordinator lainnya menolak langkah tersebut dan terlibat adu mulut dengan Riyoso.

Bagi sebagian warga, keberanian Ahmad Husein menghadapi aparat menunjukkan sikap konsistennya dalam memperjuangkan suara rakyat. Namun, di mata sebagian yang lain, sikapnya dianggap terlalu keras dan memicu ketegangan yang berlebihan.

Rekam Jejak Politik Ahmad Husein

Popularitas Ahmad Husein semakin meluas setelah foto lawas dirinya saat sowan ke Presiden Joko Widodo beredar di media sosial. Publik semakin penasaran, siapa sebenarnya sosok pria yang mendadak menjadi pusat perhatian politik di Pati ini?

Penelusuran dari berbagai sumber menunjukkan bahwa Ahmad Husein bukanlah figur baru di panggung politik lokal. Ia tercatat sebagai salah satu pendukung loyal Sudewo ketika pemilihan kepala daerah berlangsung.

Dukungan itu berubah drastis setelah kebijakan kenaikan PBB dianggap merugikan masyarakat. Dari yang semula berdiri di barisan pendukung, ia justru tampil sebagai penggerak utama aksi perlawanan, bahkan menyerukan pemakzulan terhadap sosok yang dulu ia bela.

Kontradiksi inilah yang membuat langkah politik Ahmad Husein penuh sorotan. Ketika ia kemudian memilih berdamai dengan Sudewo dan menarik diri dari AMPB, publik bertanya-tanya: apakah keputusan itu lahir dari keinginan tulus memperjuangkan masyarakat, atau sekadar strategi politik pribadi?

Babak Baru Dinamika Politik Pati

Meski Ahmad Husein mundur, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menegaskan tetap akan mengawal jalannya hak angket DPRD untuk menuntut pertanggungjawaban Bupati Sudewo.

Mundurnya sosok inisiator utama memang sedikit meredam ketegangan politik, namun tidak serta-merta menghapus keresahan masyarakat terkait kebijakan pajak.

Situasi ini menandai babak baru dalam dinamika politik lokal Kabupaten Pati. Dari awalnya panas dengan isu kenaikan PBB, kini suasana berangsur lebih tenang setelah Ahmad Husein memilih langkah damai. Tetapi, rekam jejak dan manuver politiknya diperkirakan masih akan menjadi bahan pembicaraan panjang di tengah masyarakat Pati.

***