bernasnews – Daftar harga BBM Pertamina hari ini, Sabtu 23 Agustus 2025, resmi dirilis. Pertalite dan Bio Solar tetap stabil, sementara harga Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95 turun, dan harga Dexlite serta Pertamina Dex naik. Simak rincian lengkap harga BBM di seluruh wilayah Indonesia.
Harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi topik penting bagi masyarakat Indonesia. Setiap penyesuaian harga oleh PT Pertamina (Persero) tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga memengaruhi harga barang dan jasa di berbagai sektor.
Sabtu, 23 Agustus 2025, masyarakat kembali mendapat pembaruan resmi terkait harga BBM terbaru dari Pertamina.
Kebijakan ini sejalan dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjadi dasar penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Menariknya, pada periode kali ini terjadi pergerakan yang berbeda antara jenis bahan bakar. Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 justru mengalami penurunan harga, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex tercatat naik.
Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tetap dipatok dengan harga yang sama, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan lonjakan biaya pada jenis BBM tersebut.
BBM Subsidi: Harga Tetap Stabil
Bagi masyarakat pengguna BBM subsidi, tidak ada perubahan yang berarti. Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tetap di Rp6.800 per liter.
Stabilitas harga ini menjadi kabar baik, terutama bagi kalangan menengah ke bawah yang mengandalkan kedua jenis BBM tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Update Harga BBM Pertamina 23 Agustus 2025 per Wilayah
Berikut adalah rincian harga BBM terbaru di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan data resmi Pertamina:
1. Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
- Pertamax: Rp12.500
- Pertamax Turbo: Rp13.500
- Dexlite: Rp14.150
- Pertamina Dex: Rp14.450
2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang
- Pertamax: Rp11.500
- Dexlite: Rp12.960
3. Free Trade Zone (FTZ) Batam
- Pertamax: Rp11.700
- Pertamax Turbo: Rp12.550
- Dexlite: Rp13.140
- Pertamina Dex: Rp13.450
4. Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu
- Pertamax: Rp12.800
- Pertamax Turbo: Rp13.800
- Dexlite: Rp14.450
- Pertamina Dex: Rp14.750
5. DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur
- Pertamax: Rp12.200
- Pertamax Turbo: Rp13.200
- Pertamax Green 95: Rp13.000
- Dexlite: Rp13.850
- Pertamina Dex: Rp14.150
6. Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
- Pertamax: Rp12.200
- Pertamax Turbo: Rp13.200
- Dexlite: Rp13.850
- Pertamina Dex: Rp14.150
- Bio Solar Nonsubsidi (khusus NTT): Rp13.750
7. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
- Pertamax: Rp12.500
- Pertamax Turbo: Rp13.500
- Dexlite: Rp14.150
- Pertamina Dex: Rp14.450
8. Kalimantan Selatan
- Pertamax: Rp12.800
- Pertamax Turbo: Rp13.800
- Dexlite: Rp14.450
- Pertamina Dex: Rp14.750
9. Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat
- Pertamax: Rp12.500
- Pertamax Turbo: Rp13.500
- Dexlite: Rp14.150
- Pertamina Dex: Rp14.450
10. Maluku dan Maluku Utara
- Pertamax: Rp12.500
- Dexlite: Rp14.150
11. Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya
- Pertamax: Rp12.500
- Pertamax Turbo: Rp13.500 (khusus Papua)
- Dexlite: Rp14.150
- Pertamina Dex: Rp14.450 (Papua dan Papua Barat Daya)
Dampak Penyesuaian Harga BBM
Penurunan harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 memberikan sedikit angin segar bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, khususnya kalangan menengah ke atas. Namun, kenaikan pada Dexlite dan Pertamina Dex tetap menjadi perhatian, terutama bagi pengguna kendaraan diesel.
Perubahan harga ini mencerminkan dinamika pasar energi global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara harga energi dan daya beli masyarakat.
Harga BBM Pertamina per 23 Agustus 2025 menunjukkan tren yang bervariasi. Subsidi tetap dijaga agar stabil, sedangkan jenis nonsubsidi disesuaikan mengikuti mekanisme pasar.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi harga agar dapat menyesuaikan pengeluaran, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.
Dengan daftar harga terbaru ini, jelas bahwa pemerintah bersama Pertamina berusaha menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan kondisi pasar energi global.
***












