News  

Sedang Bercengkerama, Kakek 67 Tahun Asal Imogiri Meninggal Mendadak di Jetis Bantul

Ilustrasi | Wakijo (67) ambruk dan meninggal dunia di rumah temannya di Bantul saat bercengkerama. (Freepik)

bernasnews – Suasana santai di rumah seorang warga di Padukuhan Wonolopo, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis, 21 Agustus 2025 malam.

Seorang kakek bernama Wakijo (67), warga Imogiri, tiba-tiba ambruk saat sedang bercengkerama dengan kerabatnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di rumah Wiyana (72), yang juga tetangga sekaligus sahabat korban. Wakijo awalnya datang dengan tujuan mengikuti latihan karawitan.

Namun, sebelum sempat memainkan gamelan, ia justru terjatuh dari kursi usai berbincang santai dengan dua rekannya.

Kronologi Kejadian

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan insiden itu bermula sekitar pukul 21.45 WIB. Kala itu, Wakijo duduk bersama Wiyana dan Parman (73). Mereka tampak akrab sambil berbicara ringan. Tanpa diduga, Wakijo mendadak kehilangan kesadaran.

“Dari mulutnya keluar darah yang membuat kedua saksi panik,” jelas Iptu Rita, Jumat (22/8/2025) dikutip dari tugujogja.com.

Tubuh Wakijo yang terhuyung lalu jatuh dari kursi. Melihat kondisi itu, Wiyana dan Parman berusaha menolong dengan mengguncang tubuhnya, namun Wakijo tidak memberikan respons.

Situasi semakin genting sehingga warga sekitar dipanggil untuk membantu. Seorang warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jetis.

Upaya Pertolongan dan Pemeriksaan Polisi

Tidak lama berselang, warga bersama aparat kepolisian segera membawa Wakijo ke RS Rahma Husada. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, tenaga medis menyatakan pria berusia 67 tahun itu sudah tidak bernyawa.

Polisi yang mendatangi lokasi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga, diketahui bahwa Wakijo memiliki riwayat penyakit jantung dan rutin mengonsumsi obat. Kondisi medis tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama kematiannya.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah juga sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambah Iptu Rita.

Respons Keluarga dan Proses Pemakaman

Polsek Jetis bersama tim medis langsung melakukan langkah-langkah sesuai prosedur setelah menerima laporan. Mulai dari mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan fisik korban, hingga memastikan penyebab kematian. Setelah semua proses selesai, jenazah Wakijo diserahkan kepada keluarga.

Putra korban, Purnomo, menerima penyerahan jenazah tersebut dengan penuh keikhlasan. Pemakaman dilakukan tidak lama setelah jenazah dibawa pulang ke rumah duka di wilayah Imogiri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyakit jantung, terutama pada usia lanjut, kerap menimbulkan gejala mendadak yang berisiko fatal.

Dalam kasus Wakijo, obrolan hangat bersama kerabat berakhir dengan kepergian mendadak yang mengejutkan banyak pihak. (Eln)