News  

Potensi Cuaca Ekstrem di Yogyakarta 21–22 Agustus 2025, BMKG Peringatkan Hujan Deras Disertai Angin Kencang

bernasnews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini. Lembaga ini mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan deras yang dapat disertai angin kencang dan petir di beberapa wilayah DIY.

BMKG menyampaikan peringatan ini melalui prakiraan cuaca resmi yang berlaku mulai Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 22 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB.

Dalam keterangan tersebut, BMKG menegaskan bahwa cuaca di Yogyakarta dapat berubah cepat dan berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas harian masyarakat.

Cuaca Berubah Drastis, Masyarakat Diminta Waspada

Pada pagi hari, langit Yogyakarta diperkirakan cerah berawan. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama.

Memasuki siang hingga sore, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mengguyur wilayah Sleman bagian utara. Sementara itu, Kulon Progo bagian utara serta Gunungkidul bagian utara berpotensi mengalami hujan ringan.

Kondisi berawan diperkirakan kembali mendominasi pada malam hingga dini hari. Meski demikian, suhu udara yang berkisar antara 21–31°C dengan kelembapan udara mencapai 65–95% tetap membuat situasi terasa lembap dan tidak menentu.

Angin Kencang dan Gelombang Laut Tinggi Mengancam

Selain hujan, BMKG juga menyoroti potensi angin kencang. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 30 km/jam.

Kondisi ini bisa memicu bahaya, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka maupun pengendara roda dua yang rentan terhempas hembusan angin.

Peringatan juga diberikan kepada nelayan serta pengguna transportasi laut. BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta dapat mencapai 2,5–4 meter, masuk kategori tinggi.

Gelombang laut semacam ini bisa membahayakan perahu nelayan, kapal wisata, hingga aktivitas pemancingan di laut.

Peringatan Dini dari BMKG

BMKG menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir, terutama di Sleman bagian utara.

Selain itu, kewaspadaan juga harus ditingkatkan di wilayah pesisir, mengingat ancaman gelombang laut tinggi yang bisa berlangsung sepanjang hari.

“Cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada periode peralihan musim. Kami imbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan menghindari aktivitas yang berisiko,” demikian keterangan resmi BMKG DIY.

Peringatan ini bukan yang pertama kalinya dikeluarkan BMKG. Sejak beberapa pekan terakhir, pola hujan lokal dengan intensitas tinggi kerap muncul tiba-tiba dan disertai angin kencang.

Kondisi ini telah menimbulkan sejumlah kejadian pohon tumbang hingga genangan air di beberapa titik wilayah DIY.

BMKG mendorong masyarakat untuk lebih waspada. Warga yang tinggal di dekat lereng perbukitan diminta mengantisipasi potensi tanah longsor, sementara pengguna jalan diimbau berhati-hati saat melintas di bawah pepohonan besar atau baliho.

Bagi para nelayan, BMKG menyarankan untuk menunda melaut jika gelombang masih dalam kategori berbahaya. Aktivitas wisata di pantai selatan Yogyakarta juga perlu diawasi ketat, mengingat ombak besar bisa sewaktu-waktu menerjang bibir pantai.

Peringatan dini BMKG DIY semakin menegaskan bahwa cuaca ekstrem kini menjadi tantangan harian masyarakat Yogyakarta.

Perubahan cuaca yang cepat, dari cerah berawan menjadi hujan lebat disertai petir, membuat kesiapsiagaan menjadi kunci utama.

Dengan kondisi seperti ini, warga Yogyakarta diharapkan tidak hanya bergantung pada informasi harian, tetapi juga mulai membiasakan diri untuk menyiapkan perlindungan sederhana seperti jas hujan, payung, hingga peralatan darurat di rumah.