News  

Viral Disangka Tabrak Lari, Wanita Berbah Meregang Nyawa Tertabrak Bus Trans Jogja

Ilustrasi | Wanita asal Berbah kehilangan nyawa tertabrak bus Trans Jogja di simpang tiga Adisutjipto, Sleman. (Freepik)

bernasnews – Pagi buta di kawasan simpang tiga depan gerbang Adisutjipto berubah menjadi lokasi duka. Seorang perempuan bernama YS (44), warga Berbah, Sleman, meninggal dunia setelah tertabrak bus Trans Jogja pada Rabu, 20 Agustus 2025 sekitar pukul 05.00 WIB.

Korban yang saat itu menyeberang dari arah barat ke timur tidak berhasil menghindari laju bus yang berbelok ke arah selatan.

Tubuhnya terpental, mengalami luka serius pada kedua kaki dan dagu. Meski sempat dibawa ke RSI PDHI Kalasan, nyawa YS tidak dapat diselamatkan.

Kronologi dan Dugaan Awal

Kecelakaan maut ini sempat menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Melalui akun media sosial X @merapiuncover, beredar kabar bahwa kasus tersebut merupakan tabrak lari.

Unggahan yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia di sekitar gerbang Adisutjipto itu viral dan memancing reaksi warganet.

“Assalamu’alaikum Wr Wb. Mohon bantuannya, telah ditemukan korban tabrak lari di gerbang depan Adisutjipto pada Rabu, 20 Agustus 2025, pukul 05.30 WIB, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah saat ini berada di RS Islam Yogyakarta PDHI. Ciri-ciri korban: perempuan, usia ±40 tahun,” demikian isi unggahan tersebut.

Sejumlah pengguna media sosial kemudian menyampaikan doa, simpati, sekaligus kecaman terhadap dugaan pelaku yang disebut melarikan diri. Namun, dugaan itu segera terbantahkan setelah polisi mengungkap fakta di lapangan.

Polisi Amankan Pengemudi Bus

Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, memastikan bahwa YS meninggal dunia akibat tertabrak bus Trans Jogja. Pengemudi bus, seorang pria berinisial SHR (57) yang juga warga Berbah, sudah diamankan sesaat setelah kejadian.

“Benar ada kecelakaan. Kendaraan yang terlibat yakni bus Trans Jogja dengan pejalan kaki. Korban adalah YS, seorang wanita 44 tahun warga Berbah. Sedangkan pengemudi bus adalah SHR, juga warga Berbah. Saat ini pengemudi sudah kami amankan di Polresta Sleman untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Salamun dikutip dari kabarjawa.com.

Berdasarkan keterangan polisi, bus Trans Jogja tersebut melaju dari arah barat ke timur. Saat sampai di simpang tiga Adisutjipto, bus berbelok ke arah selatan. Pada waktu bersamaan, korban menyeberang jalan. Tabrakan keras pun tidak terhindarkan.

“Akibat tabrakan itu korban mengalami patah pada kaki kanan dan kiri serta luka di dagu. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” jelas Salamun.

Proses Hukum dan Tuntutan Publik

Polisi masih mendalami kasus ini. Status pengemudi bus akan ditentukan setelah pemeriksaan lanjutan dan pengumpulan keterangan saksi.

“Semua keterangan saksi dan barang bukti akan kami kumpulkan untuk mengetahui detail kejadian sebenarnya,” tegas Salamun.

Sementara itu, pihak pengelola Trans Jogja hingga saat ini belum mengeluarkan keterangan resmi. Publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional bus Trans Jogja agar kejadian serupa tidak terulang.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengundang keprihatinan luas di masyarakat. Jalan raya yang seharusnya menjadi ruang aman bagi semua pengguna transportasi, kembali memakan korban jiwa.

Tragedi yang terjadi di depan gerbang Adisutjipto ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan masih harus menjadi prioritas bersama, baik bagi pejalan kaki maupun pengemudi kendaraan. (Eln)