News  

Polda DIY Relokasi Warga Terdampak Mapolda Baru Godean, Serahkan Langsung Kunci Rumah Hunian

bernasnews– Proses pembangunan Markas Komando (Mako) Polda DIY yang baru di Godean resmi memasuki babak penting.

Pada Selasa (19/8/2025), lima warga Sleman yang lahannya terdampak proyek tersebut menerima kunci rumah relokasi dari Polda DIY dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo.

Momen tersebut penuh haru. Rasa syukur terpancar dari wajah-wajah penerima manfaat yang kini bisa menatap masa depan lebih tenang di tempat tinggal baru yang layak dan permanen.

Penyerahan ini menandai komitmen Polda DIY dalam menjalankan pembangunan tanpa mengabaikan hak masyarakat.

Solusi untuk Keterbatasan Mapolda Lama

Melansir dari kabarjawa.com, pembangunan Mapolda baru di kawasan Godean merupakan respons atas keterbatasan fasilitas markas lama di Jalan Lingkar Utara, Condongcatur.

Gedung lama tak lagi memadai untuk mendukung aktivitas kepolisian yang semakin kompleks. Keluhan masyarakat pun sering muncul terkait sempitnya lahan parkir, minimnya ruang pelayanan publik, hingga panjangnya antrean.

Melalui pembangunan mulai tahun anggaran 2026 ini, Polda DIY berupaya menghadirkan fasilitas yang lebih representatif.

Gedung baru akan mengusung konsep pelayanan yang inklusif, ramah masyarakat, serta bernuansa budaya khas Yogyakarta. Keberadaannya juga akan menjadi ikon baru dalam pelayanan keamanan dan hukum di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Relokasi Warga Terdampak Mapolda Baru

Irwasda Polda DIY, Kombes Pol I Gusti Ngurah Rai Mahaputra, dalam sambutannya mewakili Kapolda DIY, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan semata proyek institusi, melainkan bagian dari upaya membangun kawasan yang lebih baik untuk semua.

“Pembangunan Mapolda ini bukan hanya kepentingan kepolisian, tetapi juga untuk masyarakat luas. Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih baik sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan kawasan Sleman,” ujarnya.

Rumah relokasi bagi warga yang terdampak pun telah disiapkan dengan cepat dan serius oleh Biro Logistik Polda DIY. Penyerahan kunci ini menjadi simbol nyata bahwa relokasi warga bukan sekadar formalitas administratif, tapi benar-benar prioritas.

“Pembangunan ini harus berjalan lancar tanpa mengabaikan kesejahteraan warga sekitar,” tegasnya. “Rumah relokasi bukan sekadar tanggung jawab, melainkan bentuk kepedulian agar masyarakat bisa hidup tenang dan nyaman.”

Salah satu penerima rumah, Paryadi, mengaku sangat bersyukur. Rumah penggantinya sangat layak, membuat dia dan keluarga merasa lebih tenang.

“Kami merasa lebih tenang setelah direlokasi. Semoga Polda DIY diberi kelancaran dalam pembangunan ini,” tutur Paryadi dengan nada lega.

Ungkapan tersebut mencerminkan rasa aman warga setelah sempat cemas akibat pembangunan besar yang menyentuh wilayah mereka. Bagi mereka, rumah baru ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga harapan baru.

Sejumlah tokoh penting, antara lain GKR Mangkubumi, Wakil Bupati Sleman, jajaran pejabat utama Polda DIY, para Kasatwil, serta tamu undangan lain, menghadiri penyerahan kunci rumah.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembangunan Mapolda baru bukan sekadar agenda kepolisian, tapi merupakan proyek besar yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

Dengan selesainya proses relokasi warga terdampak Mapolda baru, pembangunan di Godean kini siap berlanjut ke tahap berikutnya. Harapan pun menguat agar prosesnya berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat luas bagi seluruh warga Yogyakarta.

Gedung Mapolda yang baru nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan kepolisian, dan menjadi pusat keamanan modern yang membanggakan.***(Eln)