bernasnews – Seorang mahasiswi bernama Fina Nurcahyani (20) meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk di Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya kawasan Patuk, Gunungkidul, Selasa, 19 Agustus 2025 pagi.
Korban yang tercatat sebagai warga Karangsari, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, diketahui melaju dari arah Wonosari menuju Yogyakarta.
Jalan di kawasan Patuk yang berliku dan menurun menuntut kewaspadaan tinggi. Namun, di sebuah tikungan, Fina berusaha menyalip sebuah mobil yang hingga kini belum teridentifikasi.
Upaya mendahului itu justru berakhir tragis. Dari arah berlawanan, truk Mitsubishi Colt bernomor polisi AD-8310-MF yang dikemudikan Bintoro (44), warga Madiun, melintas dengan jarak terlalu dekat. Tabrakan keras tak terelakkan, menewaskan Fina di lokasi kejadian.
Kronologi dan Kondisi Korban
Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi, membenarkan insiden maut tersebut. Ia menyebut korban sempat dilarikan ke RS Nurrohmah Playen, namun luka parah yang dialami membuat nyawanya tidak tertolong.
“Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” terang Paryadi dikutip dari kabarjawa.com.
Menurut keterangan polisi, korban mengalami luka robek di paha kanan, sobek di lutut, patah pada kaki kanan, trauma di tangan kanan, serta benturan keras di perut.
Dua saksi mata, Endro Sulistyo dan Pranowo, mengatakan bahwa korban tampak terburu-buru saat mencoba menyalip. Posisi jalan yang menurun dan menikung membuat manuver itu semakin berisiko.
Sesaat kemudian, benturan keras terdengar hingga warga sekitar berhamburan keluar rumah.
Akibat benturan tersebut, sepeda motor Honda BeAT bernomor polisi AB-2881-RM ringsek parah di bagian depan. Truk Mitsubishi Colt juga mengalami penyok di bodi kanan.
Polisi segera mendatangi lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, mengevakuasi kendaraan, serta melakukan olah TKP. Selanjutnya, perkara ini dilimpahkan ke Unit Laka Satlantas Polres Gunungkidul untuk penanganan lebih lanjut.
Jalur Rawan Kecelakaan
Kecelakaan yang menewaskan Fina kembali menegaskan tingginya risiko di jalur Jogja–Wonosari, terutama wilayah Patuk yang dipenuhi tikungan tajam dan tanjakan.
“Pengendara harus lebih berhati-hati, apalagi di jalur Patuk yang penuh tikungan dan tanjakan. Jangan memaksakan diri menyalip kalau kondisi jalan tidak memungkinkan. Keselamatan jauh lebih penting daripada tergesa-gesa,” tegas Iptu Paryadi.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras agar pengendara lebih bijak dalam mengambil keputusan di jalan, mengingat jalur tersebut kerap memakan korban akibat kelalaian atau terburu-buru. (Eln)












