bernasnews – Doa tolak bala yang diamalkan pada Rebo Wekasan dipercaya sebagai bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai marabahaya dan kesulitan hidup.
Setiap tahun, umat Islam di berbagai daerah Indonesia mengenal sebuah momentum yang disebut Rebo Wekasan.
Istilah ini merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender hijriah. Dalam masyarakat Jawa, sebutan lain untuk hari ini adalah Rebo Kasar atau Rebo Pungkasan.
Berdasarkan keterangan ulama sufi dalam kitab Al-Jawahir al-Khoms, Syekh Kamil Fariduddin as-Syukarjanji menjelaskan bahwa pada Rabu terakhir bulan Safar, Allah SWT menurunkan sebanyak 320.000 bala atau bencana ke muka bumi.
Keyakinan inilah yang kemudian mendorong sebagian masyarakat muslim untuk memperbanyak amalan, terutama doa, sebagai ikhtiar memohon perlindungan.
Meskipun demikian, tidak semua ulama sepakat dengan pandangan ini. Terdapat hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang menyebutkan sabda Rasulullah SAW:
“Tidak ada penyakit menular [dengan sendirinya], tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada kesialan karena burung hamah.” (HR. Bukhari no. 5717 dan Muslim no. 2220).
Hadis tersebut menegaskan bahwa kesialan pada bulan Safar bukanlah sebuah kepastian. Namun, dalam sejarah Islam tercatat bahwa pada Rabu terakhir Safar, Rasulullah SAW jatuh sakit selama 12 hari hingga akhirnya wafat. Dari peristiwa ini, sebagian kalangan menganggap bahwa hari tersebut perlu diwaspadai.
Amalan yang Dikerjakan pada Rebo Wekasan
Di berbagai wilayah Indonesia, Rebo Wekasan sering diperingati dengan melaksanakan amalan kolektif. Masyarakat berkumpul di masjid atau mushala untuk membaca doa, melakukan sedekah, hingga melaksanakan ritual tolak bala. Tujuannya sama, yaitu berharap keselamatan dari segala bentuk marabahaya.
Di antara amalan yang paling sering dilakukan adalah membaca doa tolak bala, yang dikenal luas di kalangan muslim.
Doa ini tidak hanya dibaca pada momentum Rebo Wekasan, tetapi juga dapat diamalkan setiap hari sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Bacaan Doa Tolak Bala
Berikut salah satu doa tolak bala yang dianjurkan dibaca pada Rebo Wekasan:
Arab:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ، غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ
Latin:
Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni‘mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamati, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah. Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bihaqqil Qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah. Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifun, wa salamun ‘alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu kebaikan, keberkahan, kenikmatan, rezeki, kekuatan, kesehatan, keselamatan, afiyah, dan surga. Ya Allah, lindungilah kami dari segala bala dunia dan siksa akhirat. Palingkanlah kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan kemuliaan Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang mulia.
Semoga Engkau mengampuni kami dan mereka dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. Maha suci Allah, Tuhan yang memiliki keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Salam sejahtera tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
Doa-doa Lain yang Dianjurkan
Selain doa di atas, sejumlah ulama juga menuliskan doa-doa khusus di bulan Safar. Misalnya doa yang dicantumkan Habib Abu Bakar Al-‘Adni dalam kitab Mandzumah Syarhil Atsar fi Ma Warada ‘an Syahris Shafar.
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT menjaga hamba beserta keluarga dari segala keburukan dan musibah yang mungkin terjadi pada bulan tersebut.
Tidak hanya itu, ada pula doa pendek yang sering diamalkan umat Islam di berbagai kesempatan, seperti:
- Doa memohon keteguhan iman
“Rabbana afrigh ‘alaina shabran wa tsabbit aqdamana wanshurna ‘alal-qaumil-kafirin.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” - Doa memohon keselamatan dunia dan akhirat
“Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban-nar.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa neraka.”
Hikmah dan Pentingnya Berdoa
Bagi seorang muslim, doa bukan hanya sarana memohon hajat, melainkan juga bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas segala sesuatu.
Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 186 menegaskan bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya dan akan mengabulkan doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh.
Rasulullah SAW bahkan menyebut doa sebagai inti dari ibadah, sebagaimana sabdanya: “Doa itu adalah otak ibadah.” (HR. Tirmidzi dari Anas RA).
Karena itu, doa tolak bala pada momentum Rebo Wekasan bisa dipahami sebagai ikhtiar spiritual untuk menjaga diri dari bencana.
Namun, esensi terpentingnya adalah bagaimana doa tersebut mempererat hubungan hamba dengan Tuhannya dan melahirkan kesadaran bahwa perlindungan sejati hanya datang dari Allah SWT.
***












