News  

Semarak HUT RI, Sprint Rally Merdeka Siap Digelar di Lanud Adisutjipto Yogyakarta pada 15–17 Agustus 2025

bernasnews – Deru mesin balap akan kembali terdengar di Yogyakarta. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ajang Sprint Rally “Merdeka” akan berlangsung di Sirkuit Lanud Adisutjipto pada 15–17 Agustus 2025.

Sebanyak 40 mobil dari berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Solo, dan Yogyakarta, dipastikan ikut serta memperebutkan catatan waktu terbaik di lintasan yang menantang.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi penggemar otomotif, tetapi juga wujud semangat membangun ekosistem balap rally di tanah air.

Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul pembalap-pembalap muda berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah di level nasional hingga internasional.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara.

Dalam pertemuan di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 13 Agustus 2025, ia menegaskan bahwa sirkuit tidak hanya menjadi arena balapan, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Komunikasikan dengan Lanud Adisutjipto, libatkan penduduk asli setempat. Edukasi mereka untuk ikut memelihara sirkuit. Mudah-mudahan acara ini berjalan lancar, matur nuwun sehingga ada ruang dan kesempatan bagi teman-teman menyalurkan hobinya,” ujarnya seperti dikutip dari tugujogja.com.

Peran Louis 900 dan Pembinaan Pembalap Lokal

Founder Louis 900, Louis Soegihartono, menjadi salah satu penggerak utama acara ini. Menurutnya, Sprint Rally “Merdeka” adalah kesempatan untuk menghidupkan potensi pembalap lokal yang selama ini terkendala fasilitas.

“Bibit pembalap Jogja itu banyak, tapi sirkuit dan prasarana tidak ada. Kebetulan kami dari Louis 900 diberi kesempatan mengelola sirkuit oleh Danlanud Adisutjipto, maka kami gelar event ini. Sampai tadi pagi sudah ada sekitar 40 mobil terdaftar, dan kami targetkan bisa tembus 50 mobil,” jelasnya.

Ia menambahkan, ajang ini tidak hanya menjadi lomba, tetapi juga laboratorium pembinaan atlet otomotif. Harapannya, pembalap lokal dapat bersaing di ajang lebih besar dengan dukungan fasilitas yang memadai.

Dampak Ekonomi bagi Warga

Selain menarik minat penggemar otomotif, event ini juga membawa peluang ekonomi bagi warga sekitar.

Lokasi sirkuit yang berada cukup jauh dari pusat kota membuat kebutuhan konsumsi penonton dan peserta menjadi peluang bagi pelaku UMKM, terutama ibu rumah tangga.

Dari aroma sate yang mengepul, segarnya es dawet, hingga gurihnya gorengan, suasana di sekitar sirkuit diprediksi akan dipenuhi perpaduan antara semarak kuliner dan dentuman mesin balap.

Menuju Agenda Tahunan

Louis berharap Sprint Rally “Merdeka” dapat masuk ke dalam kalender resmi otomotif nasional dan digelar secara rutin setiap tahun.

“Harapannya event ini diadakan tiap tahun sehingga pihak Lanud bisa memberikan kerja sama jangka panjang. Dengan begitu, pembalap kita punya wadah resmi untuk berlatih dan berkembang,” tutupnya.

Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, Sprint Rally “Merdeka” di Yogyakarta berpotensi menjadi salah satu ajang balap paling bergengsi di Indonesia. (Eln)