bernasnews – Jalan Usaha Tani (JUT) di Padukuhan Candi, Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, mendadak tertutup tumpukan sampah setara empat dump truk pada Selasa, 12 Agustus 2025 siang.
Warga menduga pembuangan dilakukan secara ilegal oleh pihak dari luar daerah, bahkan disebut berasal dari Kota Yogyakarta. Kejadian ini memicu kemarahan karena akses warga terputus dan bau busuk menyengat setelah sampah dibakar.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Yud, salah satu warga, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat hendak menuju ladang, laju sepeda motornya terhenti karena jalan sepenuhnya tertutup sampah.
“Tumpukannya ada sekitar 4 dump truk. Bahkan menutupi jalan dan mengganggu akses warga,” ujar Yud, Rabu, 13 Agustus 2025 seperti diberitakan kabarjawa.com.
Menurut Yud, lokasi pembuangan berada di lahan agak tinggi, berjarak sekitar 100–200 meter dari permukiman. Ia menduga pelaku membuang sampah secara sembunyi-sembunyi di siang hari.
“Sepertinya siang, tapi masyarakat tidak ada yang tahu. Tau-tau sudah ada di pinggir jalan,” katanya.
Bau Semakin Menyengat setelah Dibakar
Tak hanya mengganggu pandangan, keberadaan sampah juga memicu bau tak sedap. Warga sempat membakar sebagian sampah untuk mengurangi volumenya, namun upaya tersebut justru memperburuk aroma.
“Sekarang sudah dibakar, tapi baunya tidak karuan,” keluh Yud.
Kejadian ini menjadi yang pertama di Padukuhan Candi, tetapi sehari sebelumnya, Senin (11/8/2025), insiden serupa juga terjadi di Padukuhan Kendal, masih di wilayah Kalurahan Giring.
Sampah dibuang di lahan milik warga, dan kedua peristiwa tersebut menimbulkan dugaan bahwa wilayah mereka mulai menjadi sasaran pembuangan sampah dari luar daerah.
Diduga Berasal dari Kota Yogyakarta
Warga menduga kuat sampah tersebut berasal dari Kota Yogyakarta. Yud berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas, termasuk mengembalikan sampah ke daerah asalnya.
“Pemerintah setempat sudah turun tangan memberi peringatan, bahkan DLH juga sudah datang,” tegasnya.
Menurut warga, pembuangan sampah ilegal tidak hanya merusak pemandangan dan lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat. Jalan yang biasanya digunakan petani untuk mengangkut hasil panen kini tertutup total.
Kondisi ini menambah beban warga yang mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Mereka khawatir, jika tidak segera diatasi, kasus pembuangan sampah ilegal akan terus berulang dan merugikan masyarakat setempat.
Pemerintah kalurahan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul telah meninjau lokasi. Namun, warga menuntut adanya penindakan hukum terhadap pihak yang membuang sampah serta jaminan agar kejadian serupa tidak terulang.
Dengan dua kejadian beruntun dalam kurun dua hari, keresahan warga semakin meningkat.
Mereka menilai Gunungkidul, khususnya wilayah Paliyan, berpotensi menjadi “tempat pembuangan akhir” dadakan bagi sampah dari daerah lain jika tidak ada pengawasan dan penindakan yang jelas. (Eln)












