News  

Diduga Hipertensi Kumat, Perempuan Paruh Baya Asal Sewon Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Perempuan Paruh Baya Asal Sewon
Perempuan Paruh Baya Asal Sewon

bernasnews – Warga Dusun Mriyan, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, gempar dengan penemuan jasad perempuan paruh baya yang sudah membusuk di dalam rumahnya, Selasa (12/8/2025) sore. Korban bernama Tumirah (54), seorang wiraswasta yang tinggal seorang diri.

Bau menyengat tercium hingga luar rumah, memaksa warga dan ketua RT setempat membuka pintu untuk memastikan keadaan. Dugaan sementara, korban meninggal akibat penyakit darah tinggi.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, korban terakhir kali terlihat oleh warga pada Minggu (10/8/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, saksi Supriyati (49) melihat korban menghadiri acara Desa Dasawisma di dusun setempat.

Sejak hari itu, keberadaan Tumirah tidak lagi terpantau. Hingga pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB, seorang warga mencari korban dan menanyakan kepada Supriyati. Karena penasaran, Supriyati mendatangi rumah korban.

“Namun, pintu rumah terkunci rapat,” ujar dia.

Merasa ada yang tidak beres, Supriyati mendatangi Ketua RT, Suwarji (58), untuk meminta bantuan. Keduanya lalu mencoba membuka pintu melalui jendela. Begitu pintu terbuka, keduanya langsung mencium bau busuk.

Di ruang tengah, mereka menemukan tubuh Tumirah dalam posisi tengkurap. Kulit tubuhnya sudah membengkak, dan terlihat genangan darah di bawah jasad. Suwarji segera menghubungi Polsek Sewon untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tak lama berselang, petugas Polsek Sewon yang dipimpin Kapolsek, bersama Tim Inafis Polres Bantul, tenaga medis Puskesmas Sewon 1, dan PMI Kabupaten Bantul tiba di lokasi.

Setelah proses identifikasi, PMI mengevakuasi jasad Tumirah ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga yang hadir di lokasi menerima kejadian ini dan memastikan bahwa korban memiliki riwayat hipertensi.

Menurut keterangan pihak keluarga, Tumirah sudah lama mengidap darah tinggi. Dugaan sementara, penyakit tersebut kambuh sehingga menyebabkan kematian. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindak kriminal.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tubuh sudah membengkak, dan terdapat darah di bawah tubuhnya. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi,” ujar AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana. (ef linangkung)