bernasnews – Keberadaan PMI Kota Yogyakarta telah mengalami perubahan signifikan dari waktu ke waktu. Dari sisi Sistem Informasi dan Teknologi, misalnya, dulu PMI Kota Yogyakarta mengandalkan sistem manual dalam menjalankan operasionalnya, seperti pencatatan donor darah dan manajemen relawan.
“Namun, sekarang PMI Kota Yogyakarta telah mengintegrasikan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Contohnya, sistem informasi manajemen donor darah yang memudahkan proses donor darah dan pengelolaan data donor,” kata tokoh masyarakat Arya Ariyanto (50) yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DIY dan Pemilik Bakpia Jogkem (Jogja Kembali) kepada bernasnews di Yogyakarta, Senin (11/8/2025).
Arya yang beralamat di Sumberan, Ngestiharjo, Bantul, DIY ini mengatakan,
dulu peran serta masyarakat dalam kegiatan PMI Kota Yogyakarta mungkin masih terbatas. Namun sekarang masyarakat lebih aktif terlibat dalam kegiatan PMI, seperti menjadi relawan donor darah atau menyelenggarakan Donor Darah massal sebagaimama Bakpia Jogkem yang sudah menyelenggrakan 12 kali setiap 2-3 bulan secara rutin. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kegiatan kemanusiaan semakin meningkat.
Dalam pelayanan publik, dulu mungkin masih tradisional. Namun sekarang PMI Kota Yogyakarta telah mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, seperti adanya informasi yang mengingatkan waktunya donor darah setelah 2 bulan, penggunaan media sosial untuk menginformasikan kegiatan dan kebutuhan donor darah.
Dalam tantangan dan peluang, Arya mengatakan, PMI Kota Yogyakarta mungkin menghadapi tantangan dalam hal sumber daya dan infrastruktur. Namun sekarang telah memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kegiatan kemanusiaan melalui teknologi digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, PMI Kota Yogyakarta juga telah melakukan inovasi dalam pelayanan publik berbasis teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi. Namun masih ada tantangan yang perlu diatasi, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah dan masyarakat tentang pentingnya kegiatan kemanusiaan. Lembaga kemanusiaan ini juga terus meningkatkan kapasitas relawan dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Dengan demikian, PMI Kota Yogyakarta telah berkembang menjadi organisasi yang lebih efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan dan memberikan layanan kepada masyarakat,” kata Arya yang juga aktif dalam kepanitiana kegiatan Pasar Merdeka 2025 di Yogyakarta dalam bulan Agustus ini.
Ketua Koperasi Jasa Seniman dan Budayawan Adiluhung (KOSETA) DIY Sigit Sugito (67) mengatakan, PMI kita adalah manifestasi dari sebuah komitmen dan dedikasi dalam bidang kemanusian yang terus tumbuh bergerak dalam situasi apapun untuk membantu masyarakat dan melayani masyarakat akan ketersediaan darah. PMI Kota Yogyakarta yang bermarkas di Tegalgendu, Kotagede, Yogyakarta, adalah lambang kerja kemanusiaan yang luar biasa.
Pegawai PMI Kota Yogyakarta Yuliko Pambudi (51) yang dihubungi Tim Buku PMI DIY 2025 mengatakan, secara tampilan lingkungan PMI kita jelas berubah total yang tadinya bagian depan bangunan mangkrak sekarang menjadi Ruang Pengurus dari jalan PMI jadi kelihatan bersih, halaman depan sudah bagus di konblok sampai ke belakang.
“Untuk kesejahteraan pegawai lebih meningkat yang tadinya mengacu PP Tahun 2010 sekarang menjadi PP Tahun 2019,” kata dia.
Pegawai Agus Purwanto (50) menambahkan, dulu PMI Kota Yogyakarta jalan di tempat, tidak berkembang, namun sekarang lebih bagus, bersih dan berkembang.
Pegawai Siti Aminah (31) mengatakan, dari segi bangunan lebih bagus daripada dulu, lebih sistematik dan terarah, aturan lebih jelas dan tegas, lebih memanusiakan manusia untuk sekarang.
Pegawai Aprilia Pingky (28) mengemukakan, dari segi bangunan dulu dan sekarang terlihat sangat berbeda, Gedung bangunan yang sekarang lebih bersih, rapi, luas dan terang untuk peraturan pegawai sekarang lebih jelas dan tertata, adanya pertemuan rutin apel pegawai menjadi saling lebih tahu antara pegawai per unit, sarana dan prasarana lebih lengkap dan canggih.
Pegawai Intan Mayaningrum (29) mengatakan, dulu bangunan, lingkungan dan kebersihan PMI Kota Yogyakarta belum tertata, sekarang terlihat tertata dan bersih, aturan pegawai belum jelas sekarang sudah sangat baik.
Ketua Forum Palang Merah Remaja Indonesia (Forpis PMR) Yogyakafrta Atikah Nursyahidah (17) mengatakan, PMI Kota Yogyakarta sangat bagus dan profesional. Dari tempat, sistem operasi dan masih banyak lainnya pegawai PMI, KSR, TSR dan Satpam pun sangat ramah tamah. (mar)












