News  

Melaju Kencang: Grand Max Hilang Kendali dan Terperosok ke Parit di Kulon Progo

bernasnews – Malam lengang di Jalan Nagung–Brosot, Gotakan, Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, mendadak pecah oleh suara benturan keras. Sebuah mobil barang Daihatsu Grand Max melaju kencang dan hilang kendali, Senin (11/8/2025) dini hari pukul 02.45 WIB.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sardjoko, mengungkapkan bahwa kecelakaan tunggal ini melibatkan IA (36), warga Ponjong, Gunungkidul, yang saat itu tengah mengemudikan Grand Max dari arah selatan (Brosot) menuju utara (Nagung).

“Saat menikung itu pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan. Mobil justru berbelok ke kanan, keluar dari badan jalan, menabrak delineator, menghantam pohon, dan akhirnya masuk ke parit,” jelas Iptu Sardjoko.

Menurut keterangan petugas, kecelakaan bermula ketika Grand Max itu memasuki tikungan tajam. Jalan menikung yang licin membuat mobil kehilangan traksi. Kecepatan tinggi membuat IA tak sempat mengerem secara maksimal. Kendaraan pun melesat keluar jalur, menghancurkan pembatas jalan, lalu jatuh menghantam tanah di dasar parit.

Benturan keras membuat bodi depan mobil ringsek parah. Bagian kanan dan kiri mobil juga mengalami besetan serius akibat gesekan dengan pohon dan dinding parit. Potongan plastik, kaca pecah, dan serpihan bodi berserakan di lokasi kejadian.

Petugas yang tiba di lokasi mendapati IA dalam kondisi terluka. Ia mengalami CKB (Cedera Kepala Bagian Belakang) akibat benturan keras. Tim medis segera mengevakuasinya ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Korban masih sadar saat dievakuasi, namun terlihat lemah dan mengalami pendarahan di bagian kepala,” ujar Iptu Sardjoko.

Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan ini juga menyebabkan kerugian materi cukup besar. Bodi depan mobil ringsek, pintu kanan dan kiri rusak, serta kaca pecah total. Proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama karena posisi mobil terjepit di antara pohon dan dinding parit.

Polisi mengimbau seluruh pengendara, khususnya yang melintas di jalur menikung dan minim penerangan seperti Jalan Nagung–Brosot, untuk mengurangi kecepatan dan tetap fokus pada kondisi jalan.

“Kecelakaan tunggal seperti ini sering terjadi akibat kecepatan tinggi di tikungan. Kami minta pengemudi selalu waspada, apalagi di malam hari ketika jarak pandang terbatas,” tegas Iptu Sardjoko. (ef linangkung)