bernasnews — Menandai hampir setengah abad kiprah dalam pelestarian seni pertunjukan klasik Indonesia, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-49 Ramayana Ballet Purawisata diselenggarakan acara malam puncak yang megah dan penuh makna kebudayaan.
Acara ini berlangsung meriah dengan agenda utama Gala Dinner, Penganugerahan Festival Konservasi Tari Ramayana ke-4, serta pertunjukan spesial “Magnificent Ramayana Ballet Purawisata”, bertempat di Gazebo Garden Kawasan Purawisata Yogyakarta, Jalan Brigjend Katamso, Yogyakarta, Minggu malam (10/8/2025).
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas profesi dan pemangku jabatan penting, mulai dari pejabat pemerintahan Pemda DIY dan Pemkot Yogya, perwakilan dinas-dinas, budayawan, seniman, hingga komunitas pecinta seni dan budaya. Keberadaan mereka menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor.
Dalam sambutannya, Komisaris PT. Mandira Baruga, Dr. dr. Ulla Nuchrawaty, MM mengemukakan, bahwa momen ini bukan hanya bentuk perayaan, melainkan tonggak komitmen berkelanjutan terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keberlanjutan seni pertunjukan ini, khususnya generasi muda yang telah ambil bagian dalam festival konservasi tari ramayana.
Menurut Dr. Ulla, selama 49 tahun, Ramayana Ballet Purawisata bukan hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pelestarian, dan regenerasi seni budaya. “Kami berharap dukungan dari semua pihak terus mengalir demi masa depan budaya Indonesia yang lebih gemilang,” tegasnya.
Selanjutnya sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dibacakan oleh Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY Teguh Suhada. Sultan memberikan apreasi atas HUT ke-49 Ramayana Ballet Purawisata dan segenap jajara manajemen PT. Mandira Baruga.
Menurut Sultan HB X, hampir setengah abad menjaga api budaya agar tetap menyala adalah pencapaian yang patut kita syukuri bersama. Tema perayaan tahun ini ‘Melestarikan Nila Luhur Budaya Bangsa Perekat Etnis Nusantara Menembus Dunia’, mengandung tiga amanat besar.
Melestarikan artinya menjaga nilai-nilai luhur bukan hanya di panggung tetapi juga cara kita hidup, merekatkan karena budaya adalah ruang pertemuan di mana perbedaan tidak memisahkan melainkan memperkaya. Dan menembus dunia menunjukkan bahwa budaya kita bukan hanya milik kita sendiri tetapi juga warisan yang layak dibagikan kepada umat manusia.
“Tema ini juga secara tidak langsung menegaskan bahwa budaya tidak boleh berhenti di masa lalu melainkan harus dihidupkan sesuai dengan konteks zaman, berakar pada tradisi namun tetap berbeicara pada dunia masa kini,” tegas Sultan HB X.
“Menjaga budaya seperti ini membutuhkan kesetiaan dan keberanian, kesetiaan pada akar dan keberanian untuk memberikan sayap. Hampir lima dekade perjalanan Ramayana Ballet Purawisata adalah teladan, bahwa melestarikan bukan berarti membekukan tetapi menghidupkan,” tandas Gubernur DIY.
Sementara itu, sambutan senada Sultan HB X juga disampaikan oleh perwakilan dari Kementrian Kebudayaan RI dan pesohor nasional juga seorang budayawan, Poppy Darsono.
Sebagai penutup malam, seluruh tamu undangan disuguhkan pertunjukan “Magnificent Ramayana Ballet Purawisata”—sebuah mahakarya yang telah dikenal sebagai salah satu pertunjukan budaya berkelas dunia. Namun sebelumnya dibacakan pengumuman pemenang serta penyerahan Penganugerahan Festival Konservasi Tari Ramayana ke-4, berikut pemenangnya.
Tiga Besar (Juara Utama): Penampil Terbaik 1: Sanggar Sekar Langit; Penampil Terbaik 2: Hasta Dance; dan Penampil Terbaik 3: Sanggar Tari Langgeng Budoyo.
Juara Harapan: 1. Undian 22 – Sanggar Tari Hasthasawanda; 2. Undian 11 – Sanggar Langit Alang-alang; 3. Undian 13 – Bocah Joged Saseras.
Kategori Penari Terbaik: Undian 32 – Sanggar Sekar Langit (Kategori C). Kategori Kostum Terbaik: Undian 22 – Sanggar Tari Hasthasawanda.
Festival ini menjadi ajang apresiasi sekaligus regenerasi bagi para pelaku seni, dengan keterlibatan sanggar tari dari berbagai daerah yang menyajikan kreativitas, teknik, dan dedikasi tinggi terhadap nilai-nilai budaya. (ted)












