bernasnews — Hidup POTADS..Semangat, Hidup POTADS…Sejahtera, Aku ada aku bisa, Down Syndrome Hebat. Demikian yel yel yang diucapkan oleh Sri Rejeki Ekasasi selaku Penasehat POTADS DIY (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) saat mengawali sambutannya, dalam acara “Celebrating Mirza’s Birthday”.
Acara sarat makna dan sangat menginspirasi ini dihadiri oleh perwakilan Pengurus POTADS Yogyakarta, Pengurus YIDSI (Yayasan Indonesia Down Syndrome Insani), dan puluhan anak down syndrome sahabar Mirza berserta orang tuanya, bertempat di Joglo Purawisata Yogyakarta, Sabtu sore (9/8/2025).
Untuk diketahui down syndrome adalah suatu kondisi genetik yang mempengaruhi perkembangan fisik dan intelektual anak. Anak dengan down syndrome memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik, di mana mereka membutuhkan dukungan dan perhatian khususnya untuk mencapai potensi mereka.
Dalam sambutannya Sri Rejeki Ekasasi yang juga sebagai penyelenggara acara mengemukakan pengalamannya puluhan tahun yang lalu ketika itu informasi tentang down syndrome masih belum banyak dan tidak seperti sekarang dengan teknologi yang berkembang maju.
Menurut bunda Kiki sapaan akrab Sri Rejeki Ekasasi, bahwa saat itu mencari informasi dan bertanya soal down syndrom nggak pernah jelas.
“Suatu hari ada seorang dokter yang menjawab, down syndrome kuwi SLB, lara terus (sakit terus) paling umure mung tekan 13 tahun. Cukup kaget juga namun saya tetap semangat untuk merawat dan mendidik anak saya hingga kini,” ungkap bunda Kiki, yang juga ibunda Mirza.
“Alhamdulillah anak saya Mirza Rahman, yang berulang tahun pada tanggal 6 Agustus dan tepat berusia 28 tahun. Jadi saya juga berpesan pada bapak ibu yang mempunyai anak down syndrome untuk semangat terus selalu berupaya yang terbaik bagi putra putrinya,” ujar bunda Kiki, yang juga seorang dosen di PTS Yogyakarta.
Pada kesempatan itu, bunda Kiki juga menunjukkan bukti karya dari Mirza berupa beberapa lukisan, ada sebuah lukisan yang diaplikasikan pada tas kain dan telah didedikasikan pada Komunitas Tari Nari sebagai produk merchandise. Selain lukisan, ada tumbler, topi, kaos, tas pinggang dan t’shirt, serta motif kain tekstil.
“Mirza juga suka mengumpulkan barang-barang bekas untuk disulap menjadi karya seni. Ia juga telah mempunyai brand atau merek dagang ‘Brave’ untuk karya-karyanya tersebut. Sedangkan hak paten dari merek masih dalam proses,” ungkap bunda Kiki, istri Anas Hidayat seorang Guru Besar dari Universitas ternama di Yogyakarta.
Acara ulang tahun yang juga dikemas untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia oleh POTADS dan YIDSI ini diisi potensi yang dimiliki oleh anak-anak down syndrome sahabat Mirza, seperti menyanyikan lagu-lagu perjuangan, penampilananeka tari-tarian, pencak silat, musik angklung, gelaran dhalang cilik, dan flashmob untuk dunia.
Sementara itu, Mirza sendiri memamerkan hasil karya-karya yang cukup fenomenal berupa lukisan, topi, t’shirt, pernak pernik hiasan kunci, dan lain sebagainya. Pameran karya Mirza ini juga mendapatkan apresiasi dari seniman lukis, Alex Pracaya yang hadir khusus dalam perhelatan itu.
“Jadi tujuan kami dan keluarga menggelar acara “Celebrating Mirza’s Birthday” utamanya untuk memotivasi dan menginspirasi penyandang DS (Down Syndrome) untuk hidup layak mandiri pribadi dan ekonomi. Kedua, memperingati HUT ke-80 RI sebagai insan Indonesia yang berguna bagi bangsa dan negara, serta sebagai ajang penampilan ketrampilan seni dan budaya penyandang DS,” pungkas bunda Kiki. (ted)












