bernasnews – Dalam hidup, sering kali manusia menghadapi kesulitan yang membuat rencana terhambat.
Islam mengajarkan doa-doa khusus yang mampu mendatangkan pertolongan Allah, sehingga urusan terasa lebih mudah dan ringan dijalani.
Setiap orang pasti pernah berhadapan dengan masa sulit. Terkadang hambatan itu datang dari dalam diri, seperti pikiran yang kalut atau hati yang gundah.
Di sisi lain, ada pula faktor luar seperti lingkungan yang kurang mendukung, peraturan baru, hingga kondisi yang di luar dugaan.
Bahkan, rencana yang telah dipersiapkan dengan matang pun bisa berubah ketika waktunya tiba. Dalam keadaan seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk kembali bersandar kepada Allah SWT dengan doa.
Sebab, doa adalah senjata utama seorang mukmin agar jalan yang terjal terasa lebih mudah dilalui.
Doa yang Diajarkan Rasulullah untuk Kemudahan
Salah satu doa yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW agar urusan dipermudah tercatat dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ ما جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Allâhumma lâ sahla illâ mâ ja‘altahu sahlan, wa anta taj‘alul ḥazna idzâ syi’ta sahlan.
Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali Engkau yang menjadikannya mudah. Engkau pula yang dapat menjadikan kesulitan sebagai kemudahan, bila Engkau menghendaki.”
Menurut penjelasan Imam Nawawi, kata ḥazn dalam doa ini merujuk pada tanah yang keras dan sulit ditanami. Perumpamaan itu menggambarkan bagaimana keadaan yang tampak mustahil bisa berubah menjadi lebih mudah dengan izin Allah SWT.
Ayat Al-Qur’an yang Bisa Diamalkan Saat Sulit
Selain doa tersebut, ada beberapa ayat Al-Qur’an yang sering dibaca umat Islam ketika menghadapi kesempitan hidup.
1. Doa Para Pemuda Ashabul Kahfi
Surah Al-Kahfi ayat 10:
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sediakanlah bagi kami jalan yang benar dalam urusan kami ini.”
Ayat ini mengajarkan permohonan perlindungan dan petunjuk agar langkah kita selalu sesuai dengan rida Allah SWT.
2. Doa Nabi Musa untuk Kelancaran Urusan
Surah Thaha ayat 25–28:
رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ • وَيَسِّرْ لِيْٓ أَمْرِيْ • وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ • يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, bukakanlah kekakuan lidahku, agar mereka memahami perkataanku.”
Ayat ini mengajarkan doa agar hati lebih tenang, pikiran jernih, dan komunikasi berjalan lancar.
Doa untuk Mengangkat Beban Hidup
Setiap manusia memiliki ujian yang berbeda. Ada kalanya beban terasa sangat berat hingga sulit dipikul sendiri. Dalam kondisi itu, Al-Qur’an juga memberikan tuntunan doa agar beban hidup terasa lebih ringan.
1. Doa dari Surah Al-Baqarah Ayat 286
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا …
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum kafir.”
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak akan memberikan beban di luar kemampuan hamba-Nya. Doa ini bisa menjadi peneguh hati agar tetap kuat menghadapi ujian.
2. Doa Nabi Yunus Saat dalam Kesulitan
Surah Al-Anbiya ayat 87:
لَا إِلٰهَ إِلَّآ أَنْتَ سُبْحٰنَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Doa ini dibaca Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan perut ikan. Ia mengakui kesalahan dan memohon ampunan Allah. Doa ini menjadi simbol kerendahan hati seorang hamba yang menyerahkan sepenuhnya nasib kepada Allah SWT.
Kesulitan hidup adalah bagian dari perjalanan manusia. Namun, Islam mengajarkan bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluar.
Dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah dan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang Muslim diajak untuk tidak putus asa, melainkan terus berharap pertolongan Allah SWT.
Membaca doa khusus, seperti yang diajarkan dalam kitab Al-Adzkar, serta mengamalkan doa para nabi dan ayat-ayat Al-Qur’an, menjadi ikhtiar spiritual agar hati tetap tenang dan jalan terasa lapang.
***












