bernasnews – Doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang dizalimi mustajab dan kecil kemungkinan ditolak oleh Allah SWT. Simak penjelasan, hadits, serta bacaan doanya di sini.
Doa adalah senjata paling ampuh bagi seorang mukmin. Melalui doa, seorang hamba berhubungan langsung dengan Tuhannya untuk memohon pertolongan, perlindungan, serta kemudahan.
Ada doa-doa yang disebut mustajab, yaitu doa yang sangat besar kemungkinan untuk dikabulkan Allah SWT. Salah satunya adalah doa orang yang sedang mengalami kezaliman.
Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW menekankan agar umat Islam berhati-hati terhadap doa orang yang dizalimi. Sebab, doa mereka begitu kuat, tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah SWT.
Kisah menarik datang dari Umar bin Khattab RA. Dalam sebuah riwayat, beliau berpesan kepada budaknya, Hunay, yang diberi amanah menjaga tempat penggembalaan ternak (himaa). Umar berkata:
“Wahai Hunay, janganlah engkau menzalimi orang-orang Muslim. Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena sesungguhnya doa mereka pasti terkabul.”
Umar melanjutkan nasihatnya dengan menekankan agar tidak memprioritaskan ternak milik orang-orang kaya seperti Ibnu Auf dan Ibnu Affan, melainkan tetap memberi akses kepada mereka yang hanya memiliki sedikit unta dan domba.
Menurut Umar, jika ternak orang kaya rusak, mereka masih memiliki kebun kurma dan ladang. Namun, jika ternak orang kecil mati, mereka bisa kehilangan segalanya dan mendatangi pemimpin dengan penuh ratapan.
Pesan Umar ini menjadi pengingat bahwa kezaliman sosial maupun ekonomi dapat memicu doa orang kecil yang terzalimi, dan doa tersebut sangat berbahaya bagi pelakunya.
Hadits tentang Mustajabnya Doa Orang Terzalimi
Banyak hadits sahih yang menjelaskan keutamaan doa orang yang dizalimi:
- Hadits Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga doa yang tidak akan tertolak: doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang terzalimi. Allah akan mengangkat doa itu di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit terbuka untuknya, lalu Allah berfirman: Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.”
- Hadits Riwayat Abu Daud no. 1536
“Tiga doa yang mustajab tanpa keraguan: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.” - Hadits Riwayat Bukhari
“Waspadailah doa orang yang terzalimi, karena tidak ada hijab (penghalang) antara doa tersebut dengan Allah.”
Hadits-hadits ini menegaskan bahwa doa orang terzalimi langsung sampai kepada Allah SWT tanpa terhalang apa pun.
Bacaan Doa Orang yang Dizalimi dalam Al-Qur’an
Selain hadits, Al-Qur’an juga memuat doa-doa yang bisa diamalkan oleh orang yang merasa dizalimi atau ingin memohon perlindungan dari kezaliman.
- Doa Keselamatan dari Kaum Zalim (QS. Al-Qashash: 21)
رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”
- Doa Agar Tidak Termasuk Golongan Zalim (QS. Al-Mu’minun: 94)
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Rabbi falā taj‘alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim.”
Kedua doa ini sangat relevan diamalkan dalam kondisi apa pun, baik ketika menghadapi perlakuan zalim secara langsung maupun sebagai perlindungan dari kemungkinan kezaliman.
Anjuran Menolong Orang yang Dizalimi
Islam tidak hanya memerintahkan umatnya untuk menjauhi perbuatan zalim, tetapi juga mengajarkan agar menolong mereka yang menjadi korban kezaliman.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Tolonglah saudaramu, baik ketika ia berbuat zalim maupun ketika ia dizalimi.”
Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, kami menolongnya saat ia dizalimi, tetapi bagaimana menolongnya ketika ia berbuat zalim?”
Beliau menjawab, “Mencegahnya dari kezaliman, itulah bentuk pertolongan baginya.”
Dengan demikian, melawan kezaliman bukan hanya wujud solidaritas sosial, tetapi juga bagian dari jihad. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa zalim.
Doa orang yang terzalimi adalah doa yang mustajab dan hampir tidak pernah ditolak oleh Allah SWT. Dalam hadits-hadits sahih, Rasulullah SAW berulang kali mengingatkan agar berhati-hati terhadap doa orang yang sedang menderita akibat kezaliman.
Bagi orang yang dizalimi, memperbanyak doa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun bagi umat Islam secara umum, kewajiban moral adalah menolong orang-orang yang terzalimi dan mencegah terjadinya kezaliman.
Semoga dengan memahami kedudukan doa orang yang dizalimi, kita lebih berhati-hati dalam berucap maupun bertindak, serta senantiasa mengamalkan doa-doa yang diajarkan Al-Qur’an dan Rasulullah SAW.
***












