bernasnews — Denyut transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdetak kencang selama Juni 2025.
Penumpang memadati bandara, sementara arus barang terus bergerak meski sebagian mengalami penurunan.
Plt. Kepala BPS DIY, Ir. Herum Fajarwati, M.M., mencatat lonjakan aktivitas transportasi sebagai sinyal kuat pulihnya mobilitas masyarakat dan geliat ekonomi wilayah ini.
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo kembali membuktikan dominasinya.
“BPS DIY mencatat sebanyak 156.256 penumpang angkutan udara domestik berangkat dari DIY selama Juni 2025—naik tajam 12,69% dibanding Mei 2025,” ujar dia.
Bandara YIA menyumbang 98,47% keberangkatan dengan rute favorit ke Ngurah Rai-Denpasar naik 20,74%, Hasanudin-Makassar naik 18,43%, Halim Perdana Kusuma naik 16,17%, dan Sepinggan-Balikpapan naik 15,12%.
Soekarno Hatta tetap stabil sebagai tujuan utama dengan kenaikan 5,16%.
Kedatangan penumpang domestik di DIY juga meroket. BPS DIY melaporkan 159.391 penumpang tiba, naik 15,89%.
Lagi-lagi, YIA mencetak dominasi dengan menyerap 98,57% dari total kedatangan. Kedatangan dari Makassar mencatat lonjakan tertinggi: 34,71%.
Lonjakan Internasional dan Tren Distribusi Barang
Penumpang internasional yang berangkat dari DIY melonjak 11,62% menjadi 16.192 orang.
Semua penerbangan internasional ini melalui YIA. Lonjakan tertinggi datang dari rute Malaysia yang meningkat 22,95%. Sebaliknya, penumpang ke Singapura justru menurun tipis 1,23%.
Kedatangan internasional ke DIY pun ikut menguat. Sebanyak 16.506 penumpang mendarat di YIA, naik 8,14%.
Malaysia kembali mencatat kenaikan tertinggi 14,28%, sementara Singapura hanya naik 0,30%.
Distribusi Barang Udara Domestik Fluktuatif
Meski penumpang melonjak, distribusi barang udara domestik justru menurun 9,80% menjadi 1.222,03 ton.
Penurunan terbesar datang dari rute Soekarno Hatta (-30,31%), diikuti Sepinggan-Balikpapan (-5,15%) dan Hang Nadim-Batam (-3,34%).
Namun, DIY berhasil membalik tren penurunan melalui kenaikan jumlah barang dibongkar. BPS DIY mencatat 246,63 ton barang dibongkar, naik 10,81% dibanding bulan sebelumnya.
Lonjakan tertinggi dibukukan dari rute Batam (naik 147,62%) dan Makassar (naik 54,52%).
Plt. Kepala BPS DIY Ir. Herum Fajarwati menegaskan bahwa data ini mencerminkan pemulihan signifikan pada sektor mobilitas.
Kenaikan penumpang udara menjadi indikator positif. Meski distribusi barang menurun pada beberapa rute, permintaan tetap kuat.
“Ini sinyal bahwa DIY terus bergerak menuju rebound ekonomi pasca-pandemi dan saat Lebaran usai,” ujar Herum. (Eln)












