bernasnews – Tikungan Tegal Krapyak kembali menelan korban jiwa. Seorang pembonceng sepeda motor kehilangan nyawa di tempat setelah kendaraan yang ditumpanginya menghantam pembatas jalan dengan keras pada Minggu, 3 Agustus 2025 pagi.
Sedangkan pengendara motor mengalami luka parah di bagian kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Detik-detik Kecelakaan Maut di Tikungan Tegal Krapyak
Pagi yang mestinya tenang di kawasan Jalan Ringroad Selatan, Dusun Panggungharjo, Sewon, Bantul, berubah menjadi mencekam ketika suara benturan keras memecah suasana.
Sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AA-2400-PM yang melaju kencang dari arah barat ke timur tak mampu melibas tikungan tajam Tegal Krapyak. Pengendara kehilangan kendali. Motor oleng ke kanan dan menghantam devider dengan keras hingga menyebabkan satu korban jiwa.
Kasi Humas Polres Bantul, I Nengah Jeffry, memastikan insiden tersebut sebagai kecelakaan tunggal. Ia menjelaskan bahwa pengendara, Alvian Asep Solihin (29), warga Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, gagal mengendalikan motor saat menikung. Tanpa bisa menghindar, sepeda motor langsung menghantam pembatas jalan.
“Diduga pengendara tidak mampu mengendalikan laju motor saat melewati tikungan Tegal Krapyak. Motor oleng ke kanan dan menabrak pembatas jalan atau devider,” ujar Jeffry saat dikonfirmasi pada Minggu siang.
Akibat tabrakan itu, Alvian terpental dan mengalami luka serius di bagian kepala. Warga yang berada di sekitar lokasi segera mengevakuasinya dan membawanya ke RS Panembahan Senopati, Bantul.
Tak seberuntung pengendara, pembonceng motor langsung tewas di tempat. Tubuh korban terhempas keras ke aspal, tak jauh dari kendaraan yang ringsek.
Saat evakuasi, petugas belum berhasil mengidentifikasi identitas korban. Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RS Panembahan Senopati untuk proses identifikasi lanjutan.
“Kami masih menyelidiki identitas pembonceng serta penyebab pasti kecelakaan,” terang Jeffry.
Polisi Imbau Waspada di Jalur Rawan Kecelakaan
Benturan keras merusak bagian depan sepeda motor hingga ringsek. Puing-puing plastik berserakan di sekitar lokasi. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian mengaku trauma.
Mereka melihat bagaimana tubuh korban terpental dan mendengar suara tabrakan yang sangat keras.
Setelah kejadian, petugas dari Satlantas Polres Bantul langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membersihkan sisa-sisa kecelakaan agar lalu lintas kembali normal. Polisi juga memasang garis polisi di area yang rawan untuk menghindari kejadian serupa.
Jeffry mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan. Ia menegaskan bahwa tikungan Tegal Krapyak memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju dalam kecepatan tinggi.
“Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya. (Eln)












