News  

BMKG Imbau Wisatawan dan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Yogyakarta Minggu, 3 Agustus 2025

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Melalui rilis yang diterbitkan oleh Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (STAMET YIA) pada pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat tinggi gelombang laut di kawasan tersebut dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Ketinggian tersebut masuk dalam kategori gelombang tinggi yang berisiko terhadap aktivitas pelayaran kapal kecil, nelayan tradisional, dan wisata bahari.

Kondisi Cuaca Berubah Dinamis Sepanjang Hari

BMKG memperkirakan cuaca di wilayah DIY akan mengalami perubahan kondisi sepanjang hari. Pagi hari diprediksi cerah berawan, namun mulai siang hingga sore akan muncul potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah, antara lain:

  • Kota Yogyakarta
  • Sleman
  • Kulon Progo
  • Bantul bagian utara
  • Gunungkidul bagian utara

Sementara itu, hujan ringan diperkirakan akan mengguyur Kulon Progo bagian selatan menjelang malam. Pada dini hari, kondisi cuaca kembali membaik dengan langit berawan tanpa hujan.

Suhu, Kelembapan, dan Angin Picu Gelombang Tinggi

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif tinggi, antara 65 hingga 95 persen. Angin dominan bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan maksimum 30 km/jam.

Kondisi angin ini turut berkontribusi terhadap pembentukan gelombang laut tinggi, terutama di wilayah selatan DIY yang langsung menghadap Samudra Hindia.

Imbauan BMKG: Hindari Aktivitas di Laut

BMKG secara tegas mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku wisata agar lebih waspada dan tidak mengabaikan peringatan cuaca ini. Beberapa rekomendasi dari BMKG antara lain:

  • Wisatawan pantai diminta tidak mandi di laut, tidak naik perahu wisata, dan menghindari tebing karang.
  • Nelayan dan operator kapal kecil disarankan menunda sementara aktivitas melaut.

“Ketinggian gelombang di atas 2,5 meter dapat membahayakan perahu tradisional dan perahu wisata,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Koordinasi dan Diseminasi Informasi

BMKG juga mendorong agar seluruh pemangku kepentingan terkait seperti Basarnas, SAR Linmas, BPBD, dan pemerintah daerah terus bersiaga dan memperkuat diseminasi informasi cuaca kepada masyarakat pesisir, terutama yang belum memiliki akses ke teknologi digital.

Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah cepat dan tanggap terhadap potensi bahaya gelombang tinggi ini, baik melalui pengumuman langsung maupun media informasi lokal lainnya. (Eln)