News  

Pengendara Motor Terperosok ke Jurang di Bukit Bego Imogiri, Luka di Kepala Tak Terelakkan

bernasnews – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur ekstrem Bukit Bego, Jalan Imogiri-Mangunan, Sabtu pagi (2/8/2025). Seorang pengendara sepeda motor terpental ke jurang sedalam tiga meter.

Ia mengantuk saat melaju di tikungan tajam bawah bukit. Korban mengalami luka terbuka di bagian kepala dan kini menjalani perawatan intensif.

AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana selaku Kasi Humas Polres Bantul mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa Unit Lantas Polsek Imogiri menerima laporan masyarakat sekitar pukul 06.05 WIB.

Polisi mengidentifikasi korban bernama Asip Samsudin, warga Dusun Banjarharjo I, RT 05, Muntuk, Dlingo, Bantul. Pria kelahiran Bantul, 12 Oktober 1949, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ini memang kerap melintasi jalur terjal tersebut.

Dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter bernopol AB 5428 GG, Asip melaju dari arah timur menuju barat di pagi hari yang masih lengang.

Kepolisian menyatakan bahwa surat-surat kendaraan lengkap, pengendara mengenakan helm, dan memiliki SIM C. Namun, kondisi mengantuk mematahkan segala bentuk kesiapan.

AKP Jeffry menambahkan, berdasarkan keterangan saksi mata, Selviana (25), warga Cempluk, Mangunan, dan Eko Setiawan (45), petani asal Semanu, Gunungkidul, motor yang dikendarai Asip tiba-tiba oleng ke kanan saat melewati tikungan menurun. Dalam hitungan detik, kendaraan itu menghantam bibir jalan, lalu terjun bebas ke jurang sedalam tiga meter.

Saksi yang mendengar suara benturan keras langsung bergegas ke lokasi. Mereka menemukan tubuh korban tergeletak di dasar jurang bersama motornya yang ringsek. Selviana berteriak meminta pertolongan warga sekitar, sementara Eko berlari menelpon layanan darurat dan polisi.

“Korban mengalami luka terbuka pada bagian kepala belakang. Kami segera membawanya ke PKU Muhammadiyah Bantul untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar AKP Jeffry saat memberikan keterangan.

Motor Yamaha Jupiter milik Asip mengalami kerusakan cukup parah. Polisi mendapati cover kanan pecah, spion kanan hancur, dan lampu belakang terlepas. Meski tergolong kecelakaan tunggal, insiden ini nyaris berujung tragis mengingat usia korban dan lokasi kejadian yang ekstrem.

“Kalau korban jatuh sedikit lebih dalam atau menabrak batu besar, akibatnya bisa lebih fatal. Ini murni kecelakaan akibat kelelahan dan mengantuk,” terang Jeffry.

Bukit Bego bukan sekadar tempat favorit bagi para pencinta panorama Bantul. Jalur di sekitarnya memiliki tikungan curam dan tanjakan tajam yang kerap menjadi saksi bisu kecelakaan lalu lintas.

Meski keindahan alamnya menggoda, medan berat menuntut kewaspadaan tinggi, terutama di pagi buta atau saat kondisi tubuh tidak fit.

Polisi pun mengimbau masyarakat, terutama pengendara motor, untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah, apalagi mengantuk.

“Kami minta warga dan wisatawan lebih berhati-hati saat melewati jalur Bukit Bego. Istirahatlah sejenak jika merasa ngantuk. Keselamatan lebih penting dari kecepatan,” tutup AKP Jeffry. (ef linangkung)