News  

Bangga! Dua Dalang Cilik Asal Kulon Progo Wakili DIY di Festival Dalang Nasional 2025

Tito Zavier dan Eifel Adnandhiya saat audiensi dengan Bupati Kulon Progo sebelum berangkat ke Festival Dalang Cilik Nasional. (Dok Pemkab Kulon Progo)

bernasnews — Dua bocah asal Kulon Progo sukses menorehkan prestasi membanggakan di bidang seni pedalangan. Mereka adalah Tito Zavier Briyantara dan Eifel Adnandhiya Dhimas Nugroho, yang akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Festival Dalang Cilik Nasional tahun 2025.

Keduanya berhasil menjadi juara pertama dalam Festival Dalang Cilik Tingkat DIY dan kini bersiap melangkah ke panggung yang lebih besar.

Tito, yang berasal dari Kapanewon Pengasih, berhasil menyabet Juara 1 dalam kategori Wayang Kulit Anak. Sedangkan Eifel, anak asal Kapanewon Girimulyo, memperoleh predikat yang sama dalam kategori Wayang Golek Anak.

Prestasi ini tidak hanya membanggakan orang tua dan pelatih mereka, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi masih hidup dan diminati oleh generasi muda.

Audiensi Bersama Bupati Kulon Progo

Menjelang keikutsertaan mereka di ajang nasional, Tito dan Eifel melakukan audiensi dengan Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, ST., M.Sc., MM. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Menoreh, kompleks Pemkab Kulon Progo, dan turut dihadiri oleh orang tua, pelatih, serta sejumlah tokoh pegiat budaya daerah.

Dalam pertemuan itu, Bupati menyampaikan apresiasi dan pesan moral kepada kedua dalang cilik. Ia mengingatkan agar mereka tetap menjaga sikap rendah hati meski telah mengukir prestasi.

“Kalau juara jangan jumowo. Tetap andhap asor, subosito, trapsilo, dan toto kromo,” ujar Bupati dikutip dari kabarjawa.com.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung bakat anak-anak, terutama dalam hal penyesuaian kegiatan belajar.

“Pemerintah wajib memberi kemudahan. Jika pelajaran tidak bisa dilakukan pagi, bisa sore. Jika tidak bisa tatap muka, bisa lewat Zoom. Jangan sampai bakat dan cita-cita anak-anak seperti ini terhambat,” lanjutnya.

Pesan dan Harapan dari Para Dalang Cilik

Tito, yang ditemui usai audiensi, menyampaikan bahwa dirinya tengah rutin berlatih dan mempersiapkan mental untuk menghadapi ajang nasional. Ia mengaku memiliki semangat besar untuk tampil maksimal.

“Kalau ada yang mengejek, jangan berkecil hati. Kalau punya mimpi, kejarlah cita-cita setinggi langit,” kata Tito dengan mata berbinar.

Sementara itu, Eifel juga membagikan antusiasme dan kebahagiaannya. Ia bertekad memberikan yang terbaik melalui persiapan alur pementasan, vokal, dan penghayatan karakter.

“Saya juga berharap wayang golek dan wayang kulit tidak terlupakan. Semoga semakin berkembang pesat,” ujar Eifel.

Regenerasi Dalang Muda Terus Berlanjut

Selain Tito dan Eifel, dua nama lain dari Kulon Progo juga meraih prestasi pada ajang tingkat DIY. Restu Angga Saktiawan dinobatkan sebagai Juara 1 Wayang Golek Remaja dan Djanggan Purbo Djati meraih Juara 2 Wayang Kulit Remaja.

Meski tidak melaju ke tingkat nasional karena batasan kategori, prestasi keduanya memperkuat citra Kulon Progo sebagai daerah dengan bibit-bibit unggul dalam seni tradisional.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa di tengah derasnya pengaruh budaya pop dan digitalisasi, seni pedalangan masih mendapat tempat di hati anak-anak muda.

Keberadaan dalang-dalang cilik ini menjadi harapan baru bagi pelestarian dan regenerasi budaya wayang Indonesia di masa depan. (Eln)