News  

Pemkot Yogya Luncurkan Program MAS JOS untuk Mengatasi Sampah, Berikut 5 Langkah yang Harus Dilakukan Warga

Ilustrasi pengelolaan sampah dengan cerdas oleh sebuah hotel, di Jalan Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Persoalan sampah tidak bisa dibebankan pada pemerintah terus-menerus. Perubahan itu harus dimulai dari masyarakat. MAS JOS ini menjadi gerakan bersama agar warga Yogyakarta terbiasa memilah sampah. Kita akan evaluasi progresnya setiap bulan di tiap kelurahan.

Demikian dikemukakan oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat peluncuran secara resmi program inovatif bertajuk “MAS JOS” atau Masyarakat Jogja Olah Sampah, bertempat di Hotel Royal Darmo, Yogyakarta, Selasa (29/7/2025).

MAS JOS sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah di kota pelajar ini. Program ini menekankan edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri, dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Menurut Wali Kota, dalam pelaksanaannya akan dilakukan evaluasi rutin bulanan di tingkat kelurahan guna memastikan program berjalan efektif. Pihaknya menargetkan setiap kelurahan harus bisa mengurangi volume sampah minimal 20 persen dari jumlah terakhir yang dilaporkan.

“Kami ingin semua kelurahan berlomba-lomba menunjukkan hasil terbaiknya. Kalau tiap bulan bisa berkurang 20 persen, maka dalam waktu setahun dampaknya akan sangat besar,” tegas Hasto Wardoyo, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Selain itu, lanjut Hasto, Pemkot Yogya juga menggandeng berbagai pihak seperti forum bank sampah, LSM, komunitas lingkungan, hingga konten kreator yang memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat.

“Konten kreator punya pengaruh besar di masyarakat. Mereka bisa jadi ujung tombak dalam menyebarkan semangat pengelolaan sampah ini dengan cara yang kreatif dan mudah diterima,” tandas orang nomor satu di Pemkot Yogya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengungkapkan, melalui MAS JOS berharap bahwa masyarakat tidak hanya tahu tentang pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga tergerak hatinya untuk turut aktif.

“Program MAS JOS dirancang untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di hulu, yakni di lingkungan rumah tangga dan permukiman warga,” bebernya.

Dikatakan Agus, dalam program ini terdapat lima langkah untuk menekan volume sampah. Pertama pilah sampah sesuai jenis; Kedua, pemilahan sampah anorganik diselesaikan di bank sampah; Ketiga olah sampah organik; Keempat, habiskan makanan, dan Kelima, gunakan wadah berulang.

Sebagai pilot project, program MAS JOS telah diterapkan di Kemantren Pakualaman, dan hasilnya sangat menggembirakan. Agus menyebut sebelum program diterapkan, volume sampah di wilayah tersebut mencapai 10 ton per hari. “Namun setelah program MAS JOS berjalan, volume sampah dapat ditekan hingga 2,5 ton per hari,” ujarnya.

“Hasil ini membuktikan bahwa ketika masyarakat diedukasi dan difasilitasi untuk mengelola sampah secara mandiri, dampaknya sangat signifikan terhadap pengurangan beban sampah kota,” pungkas Agus Tri Haryono. (ted)