News  

Masih Ada Potensi Gelombang Tinggi, BMKG Minta Nelayan dan Wisatawan Waspada di Perairan Selatan DIY

Potensi Gelombang Tinggi/Foto: BMKG

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di kawasan pesisir selatan.

Dalam prakiraan cuaca yang berlaku selama 24 jam mulai Rabu, 30 Juli 2025 pukul 07.00 WIB, BMKG menegaskan adanya potensi gelombang tinggi yang masih mengintai Perairan Selatan Yogyakarta.

Tinggi gelombang laut di wilayah tersebut dapat mencapai 2,5 hingga 4,0 meter. Kategori tersebut masuk dalam klasifikasi gelombang tinggi dan berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, nelayan tradisional, serta wisatawan pantai.

“Gelombang tinggi ini berpeluang terus terjadi selama pola angin masih bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 30 km/jam,” ungkap prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta.

Pada pagi hari, wilayah Kulon Progo, Bantul bagian selatan, serta Gunungkidul bagian selatan berpotensi mengalami hujan ringan. Kondisi ini dapat menyebabkan genangan di beberapa area dataran rendah pesisir yang masih rentan terhadap limpasan gelombang laut.

Menjelang siang hingga sore, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mengguyur kawasan Sleman dan Kulon Progo bagian utara.

Pada malam dan dini hari, BMKG kembali mendeteksi potensi hujan ringan di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, serta Gunungkidul bagian selatan. Kondisi ini menunjukkan kelembapan udara yang tinggi, yakni berkisar antara 60 hingga 95 persen.

Suhu udara di DIY berada dalam rentang 20 hingga 31 derajat Celsius. Lalu, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan tertinggi mencapai 30 kilometer per jam. Kecepatan angin ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong terbentuknya gelombang tinggi di lautan lepas selatan Jawa.

BMKG mengimbau nelayan tradisional, pemilik kapal kecil, dan pengelola wisata bahari agar menghentikan sementara aktivitas di laut.

“Gelombang laut yang tinggi dapat datang secara tiba-tiba. Kami minta pengunjung pantai selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan petugas SAR maupun penjaga pantai setempat,” ujar BMKG.

Hingga akhir bulan Juli ini, pola cuaca masih menunjukkan ketidakstabilan. Potensi hujan serta gelombang tinggi bisa kembali muncul dalam hitungan hari. (ef linangkung)