News  

Wakil Bupati Gunungkidul Sidak ASN Keluyuran, Dua Guru TK Kepergok Makan Soto saat Jam Mengajar

Sidak ASN Keluyuran/Foto Ilustrasi: Freepik

bernasnews – Suasana tenang di sebuah warung soto kawasan Playen, Selasa (29/7/2025) pagi, mendadak berubah saat Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto bersama tim Satpol PP masuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Di antara pelanggan yang duduk santai, dua orang perempuan berseragam dinas terlihat menikmati soto, padahal jam menunjukkan pukul 10.15 WIB, waktu aktif kerja.

Keduanya, setelah konfirmasi, adalah guru Taman Kanak-Kanak Mashitoh yang berasal dari Kapanewon Wonosari dan Kapanewon Ponjong. Mereka seharusnya sedang berada di sekolah, bukan bersantap di luar lingkungan kerja.

“Ini bukan jam istirahat. Maka kami langsung minta petugas melakukan pendataan. Teguran resmi akan diteruskan ke Dinas Pendidikan,” ujar Joko mengutip dari kabarjawa.com.

Sidak ASN Keluyuran

Sidak tersebut merupakan bagian dari operasi pengawasan kedisiplinan ASN dari Pemkab Gunungkidul. Aksi ini, menurut Joko, adalah perintah langsung dari Bupati Gunungkidul sebagai bentuk keseriusan menertibkan birokrasi.

“Kami tidak bisa hanya duduk di kantor menunggu laporan. Kami harus turun sendiri, melihat kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Dengan menggandeng Satpol PP, Joko menyisir sejumlah titik rawan di kawasan Pasar Playen, mulai dari warung makan, wedangan, angkringan, hingga pusat perbelanjaan yang kerap jadi lokasi persinggahan ASN saat jam kerja.

Inspektorat Daerah Gunungkidul juga bergerak serempak dengan membentuk delapan tim khusus yang menyebar ke berbagai wilayah untuk memperluas jangkauan pengawasan.

Joko Parwoto menegaskan bahwa gaji ASN dari uang rakyat, sehingga mereka memiliki kewajiban moral dan profesional untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Ini bukan soal mencari kesalahan. Ini soal membangun etos kerja yang sehat. Jika dibiarkan, budaya bolos akan jadi kebiasaan buruk yang sulit dihapus,” tegasnya.

Ia menambahkan, tindakan tegas akan terus tertuju pada ASN yang kedapatan menyalahgunakan waktu kerja. Sidak bukan hanya bersifat insidental, melainkan rutin dan menyeluruh, menyasar kantor pelayanan publik hingga unit-unit teknis di seluruh kabupaten.

Birokrasi Bersih dan Disiplin

Melalui langkah ini, Pemkab Gunungkidul ingin menanamkan budaya disiplin di seluruh jajaran birokrasi. Menurut Joko, jabatan adalah amanah, dan setiap pelanggaran sekecil apapun akan menjadi perhatian serius.

“Rakyat berhak mendapatkan pelayanan penuh dari para abdi negara. Jangan pernah remehkan kepercayaan yang telah diberikan,” pungkasnya.

Aksi sidak ini menjadi sinyal tegas. Tidak ada ruang untuk mental malas di tubuh pemerintahan Gunungkidul. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap pegawai benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat, bukan sekadar hadir secara administratif.***(Eln)