News  

ASN dan Ibu Rumah Tangga Tertangkap Mesum di Kebun Jati, Lari 7 Kilometer Hanya Pakai Celana Dalam

ASN dan Ibu Rumah Tangga Tertangkap Mesum
ASN dan Ibu Rumah Tangga Tertangkap Mesum

bernasnews – Padukuhan Piyaman 2, Kalurahan Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, gempar karena peristiwa tak lazim pada Jumat malam, 18 Juli 2025. Seorang aparatur sipil negara (ASN) dan seorang wanita bersuami kepergok di kebun jati perbatasan Piyaman dan Logandeng.

Warga melihat keduanya membawa tikar sendiri, menandakan mereka merencanakan pertemuan terlarang itu dengan matang. Peristiwa ini memicu kemarahan sekaligus keheranan warga setempat.

ASN dan Ibu Rumah Tangga Tertangkap Mesum

Dukuh Piyaman 2, Rahmad Widiyanta, menuturkan warga awalnya curiga karena melihat lampu motor menyala di kebun jati gelap. Mereka mendekat. Betapa terkejutnya warga ketika melihat seorang pria dan wanita tengah berada di atas tikar.

“Saya dan warga lain heran, mereka niat sekali. Bawa tikar sendiri ke lokasi terbuka, jelas mereka sudah rencanakan,” ungkap Rahmad, Sabtu (19/7/2025).

Rahmad menegaskan bahwa pelaku pria merupakan ASN berinisial SMD, staf tata usaha di salah satu SMK di Wonosari. Sementara itu, pasangannya, MYN, merupakan ibu rumah tangga bersuami. Keduanya berasal dari Kalurahan Gading, meski berbeda padukuhan.

Begitu tersorot lampu warga, SMD panik. Ia kabur hanya mengenakan celana dalam, meninggalkan celana jeans, dompet, dan motor di lokasi. Kemudian, MYN sempat tertinggal di tempat dalam kondisi berpakaian lengkap, lalu kabur terpisah.

Warga yang merasa geram segera mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, tikar, celana jeans, dompet, dan alat kontrasepsi ke rumah Dukuh Piyaman 2. Mereka berniat menyerahkan barang bukti kepada pihak berwenang bila dibutuhkan untuk proses hukum.

“Kami menemukan dompet berisi identitas. Laki-laki warga Gading 1 dan perempuan warga Gading 9,” imbuh Rahmad.

Pelaku Mengakui Perbuatannya

Yang membuat warga semakin geger, keesokan harinya mereka mendengar kabar bahwa SMD berjalan kaki pulang sejauh 7 kilometer hanya dengan celana dalam menempel di tubuhnya.

Warga menilai tindakan itu sebagai puncak rasa malu sekaligus bukti bahwa pelaku panik hingga tak sempat membawa pakaian maupun kendaraannya.

Sabtu pagi, 19 Juli 2025 pukul 09.30 WIB, SMD dan MYN datang ke rumah Dukuh Piyaman 2. Mereka menundukkan kepala saat bertemu Dukuh, warga, dan pihak pemerintah Kalurahan Gading. Keduanya mengakui telah melakukan perzinahan di lokasi kejadian.

Sebagai bentuk sanksi sosial, warga meminta pelaku meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Piyaman 2. Selain itu, mereka wajib membersihkan tanah tegalan lokasi perbuatan asusila tersebut sebagai tanggung jawab moral.

“Kami tidak menjatuhkan sanksi materiil, tapi mereka wajib membersihkan lokasi. Itu pelajaran bagi mereka dan keluarga,” tegas Rahmad.

Rahmad juga meluruskan kabar yang menyebut lokasi kejadian sebagai gubuk. Ia menegaskan bahwa kejadian berlangsung di tanah tegalan terbuka yang kerap sepi di malam hari.

Lurah Gading, Rugiyanto, menyampaikan permohonan maaf kepada warga Piyaman 2 atas perbuatan dua warganya. Ia mengaku sangat menyesalkan tindakan mereka karena telah mencoreng nama baik Kalurahan Gading.

“Kami dari kelurahan meminta maaf sebesar-besarnya kepada warga Piyaman 2. Ini bukan hanya aib personal, tapi juga merusak citra wilayah kami,” tegas Rugiyanto pada wartawan, Sabtu siang.

Rugiyanto menyebut pihak kalurahan tidak menjatuhkan sanksi administratif. Namun, karena pelaku pria merupakan ASN aktif, pihaknya akan meneruskan kasus ini kepada dinas terkait untuk penanganan dan sanksi kepegawaian sesuai aturan. (ef linangkung)