bernasnews — Sebuah peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah sekaligus tempat usaha sablon di Padukuhan Banyu Bening, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, pada Senin malam. Rumah tersebut milik Nurfiki, yang saat kejadian tengah mengantarkan pesanan kaos ke wilayah Wonosari.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi mengaku mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah sebelum melihat api mulai membesar.
“Warga mendengar suara ledakan keras dari arah rumah Nurfiki. Tak lama berselang, api langsung membumbung dari dalam rumah,” jelas Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono dikutip dari tugujogja.id.
Api Menjalar Cepat, Peralatan Usaha Ludes
Kobaran api menyebar sangat cepat lantaran banyak bahan mudah terbakar yang tersimpan di dalam rumah, terutama di ruang kerja tempat sablon dilakukan.
Warga sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun usaha tersebut tak membuahkan hasil. Api justru makin membesar dan melalap habis seluruh bangunan.
“Api menjalar sangat cepat karena banyak material mudah terbakar di dalam rumah, terutama di area kerja sablon,” ujar Purwono.
Satu unit pemadam kebakaran dari BPBD Gunungkidul diterjunkan ke lokasi dan segera melakukan penyemprotan dari beberapa sisi. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.35 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat api melalap rumah, Nurfiki tidak berada di lokasi karena sedang mengantar pesanan.
“Penghuni rumah kebetulan sedang pergi mengantarkan paket kaos ke pelanggan di Wonosari. Itu yang membuatnya selamat dari musibah ini,” kata salah satu tetangganya.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
BPBD menduga kuat bahwa penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan di lapangan berupa kabel-kabel yang hangus terbakar dan panel listrik yang rusak parah di bagian ruang kerja.
“Dugaan awal kami mengarah pada konsleting listrik sebagai sumber api. Namun, kami tetap menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari pihak berwenang,” tambah Purwono.
Hingga malam hari, petugas gabungan bersama warga masih melakukan pembersihan sisa puing kebakaran. Asap tipis masih tampak mengepul dari bangunan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan pemiliknya.
Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi Nurfiki, yang kini kehilangan rumah dan alat usahanya dalam satu waktu. (Eln)












