News  

Bupati Gunungkidul Murka, Pegawai Puskesmas Wonosari I Karaoke saat Jam Kerja

bernasnews — Sebuah insiden mengejutkan mencoreng wajah pelayanan publik di Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah pegawai Puskesmas Wonosari I tertangkap kamera tengah asyik berkaraoke saat jam pelayanan masih berlangsung.

Kejadian ini langsung menyulut amarah Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih, yang secara terbuka menyuarakannya di hadapan ratusan warga.

Pada Sabtu pagi (26/7/2025), dalam acara Senam Massal Peringatan Hari Koperasi di Terminal Dhaksinaga, Bupati Endah menyuarakan sikap tegasnya terhadap aksi tak pantas para aparatur sipil negara (ASN) itu.

Bupati Gunungkidul Murka

Dengan suara lantang, ia menyindir keras perilaku pegawai Puskesmas yang memilih karaoke ketimbang melayani masyarakat. Suasana yang semula meriah mendadak hening, seluruh peserta senam terdiam mendengarkan ledakan kemarahan sang Bupati.

“Jam kerja digunakan untuk karaoke itu namanya merebut hak rakyat,” tegas Endah di atas panggung.

Ia meminta para ibu-ibu yang hadir turut mengawasi kinerja ASN dan melaporkan langsung jika menemukan pelanggaran.

“Kalau di bawah jam 12.00 ada yang ke warung makan, jajan, apalagi sambil gandengan sama pacarnya, saya janji akan saya sikat sendiri! ASN seperti itu tidak punya hati nurani,” lanjutnya dengan penuh emosi.

Kemarahan Bupati itu bukan tanpa sebab. Sebuah video berdurasi 21 detik yang direkam oleh pengunjung Puskesmas Wonosari I di Kalurahan Karangrejek, Kecamatan Wonosari, viral di media sosial sejak Jumat pagi (25/7/2025).

Video tersebut memperdengarkan suara lantang seorang pegawai perempuan menyanyikan lagu Memandangmu milik Ike Nurjanah. Perekam memberi narasi, “Hari ini Jumat, 25 Juli 2025, pukul 08.46,” sambil memperlihatkan suasana di lantai dua Puskesmas.

Video itu langsung menyebar luas melalui aplikasi pesan berantai dan Instagram.

Reaksi Masyarakat

Publik langsung bereaksi keras. Warganet ramai-ramai mengecam tindakan tak pantas itu, menyebutnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Mereka mempertanyakan moral dan profesionalisme ASN yang dibayar dari uang negara namun memilih bernyanyi saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan.

Menanggapi kegaduhan ini, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, akhirnya angkat bicara. Ia langsung melakukan klarifikasi ke Puskesmas Wonosari I. Dalam keterangannya, Ismono mengakui bahwa pegawai memang berkaraoke di tengah jam pelayanan. Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari latihan lomba karaoke menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Infonya latihan lomba tingkat Kapanewon dalam rangka HUT RI, tetapi teman-teman khilaf saat melakukannya di jam pelayanan,” kata Ismono.

Ia mengaku sudah menegur seluruh pegawai yang terlibat dan meminta jajarannya menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.

“Saya mewakili pihak Puskesmas Wonosari I meminta maaf kepada seluruh masyarakat Gunungkidul. Kejadian ini tidak akan kami ulangi dan kami jadikan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.

Namun, permintaan maaf itu tak serta-merta meredam kemarahan publik. Banyak warga mengaku kecewa berat, terutama karena Puskesmas merupakan fasilitas vital yang semestinya memberikan rasa aman dan nyaman.

Kini, mata masyarakat tertuju pada langkah tegas yang dijanjikan Bupati Endah. Warga berharap pemerintah benar-benar menindak ASN yang lalai, bukan sekadar memberi teguran lisan.

Sementara itu, sejumlah organisasi masyarakat mulai mendorong adanya inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai instansi layanan publik di Gunungkidul.

“ASN yang tidak punya empati harus ditindak tegas. Jangan sampai pelayanan publik berubah jadi ajang lelucon,” kata tokoh pemuda setempat, Hendra. (Ef Linangkung)