bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 meter di pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 25 Juli 2025.
Imbauan ini ditujukan kepada para nelayan dan wisatawan agar lebih waspada terhadap kondisi laut yang berpotensi membahayakan.
Peringatan Cuaca dan Kondisi Laut
BMKG memperkirakan kondisi cuaca pada Jumat pagi di wilayah Yogyakarta akan berawan. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 20 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 95 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum 25 km per jam.
Meskipun kondisi cuaca di daratan masih tergolong normal, potensi ancaman justru berasal dari laut. BMKG memprediksi akan terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter yang menerjang wilayah perairan selatan Yogyakarta.
Sore harinya, hujan ringan diperkirakan turun di wilayah Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul bagian utara. Namun, kondisi laut selatan tetap berbahaya. BMKG memperingatkan bahwa gelombang tinggi akan berlangsung dari pagi hingga malam, bahkan hingga dini hari keesokan harinya.
Imbauan untuk Nelayan dan Wisatawan
Petugas BMKG mengimbau para nelayan kecil untuk menunda aktivitas melaut sementara waktu. Gelombang tinggi dinilai sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil hingga menengah.
Wisatawan pun diminta agar tidak berenang atau bermain terlalu dekat dengan bibir pantai karena gelombang bisa datang secara tiba-tiba dan menyeret siapa saja yang lengah.
Seorang nelayan dari Pantai Baron, Supriyadi, mengaku waswas setiap kali ada peringatan seperti ini. Ia mengatakan, banyak rekan nelayannya lebih memilih berhenti melaut demi keselamatan.
“Kalau dipaksa melaut, kita taruhan nyawa,” kata Titin.
Ia menilai kehilangan pendapatan sehari jauh lebih baik daripada mempertaruhkan nyawa. Meski begitu, masih ada nelayan yang nekat melaut meskipun sudah ada peringatan dari BMKG.
Petugas SAR Pantai Baron, Agus Santoso, juga menyoroti pentingnya menaati imbauan keselamatan di pantai. Menurutnya, tidak sedikit wisatawan yang mengabaikan rambu larangan dan peringatan petugas.
“Mereka pikir ombak aman, padahal ombak selatan bisa menipu mata,” ujar Agus.
Gelombang tinggi juga membawa dampak kerugian material. Banyak nelayan mengalami kerusakan alat tangkap seperti jaring, pelampung, dan perahu kecil akibat hempasan ombak besar yang datang secara tiba-tiba.
Peringatan dari BMKG ini akan berlaku sejak Jumat pukul 07.00 WIB selama 24 jam. Petugas meminta seluruh masyarakat, baik nelayan maupun wisatawan, untuk menaati peringatan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di laut jika situasi tidak memungkinkan.
Pantai selatan Yogyakarta dikenal memiliki karakteristik ombak yang ganas karena langsung menghadap ke Samudra Hindia. Garis pantai yang panjang juga membuat wilayah ini rawan mengalami gelombang tinggi sewaktu-waktu.
BMKG akan terus memantau kondisi perairan dan memperbarui informasi apabila terdapat perubahan signifikan. Tujuannya adalah memastikan keselamatan seluruh pihak yang berada di kawasan pesisir Yogyakarta.
Dengan adanya peringatan dini ini, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siaga dan tidak ada korban jiwa maupun kerugian yang timbul akibat gelombang tinggi. (Eln)











