News  

Pemadam Kebakaran Berbasis Komunitas, Ibu Rumah Tangga Kampung Mas Bumijo Yogyakarta Jadi Garda Terdepan

Suasana pelatihan pemadaman kebakaran bagi warga Kampung Emas UNY. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pengurangan risiko bencana di tingkat lokal, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Pusat Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), bekerja sama dengan Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia (MPK2I) wilayah DIY–Jateng, menyelenggarakan pelatihan pemadaman kebakaran bagi warga Kampung Emas UNY, di Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta, Kamis (24/7/2025).

Pelatihan ini melibatkan sekitar 70 persen peserta dari kalangan ibu rumah tangga. Mereka dilatih menjadi garda terdepan dalam penanganan awal kebakaran di lingkungan padat penduduk, terutama kawasan yang sulit dijangkau oleh unit pemadam profesional.

Ketua Pusat K3L UNY Prof. Ketut Ima Ismara menekankan, bahwa kebakaran skala kecil yang terjadi di permukiman bisa berdampak besar jika tidak ditangani sejak awal. Menurut Prof. Ketut, pelatihan ini penting untuk membekali warga dengan keterampilan tanggap darurat, termasuk teknik pemadaman awal yang aman dan efisien.

“Kegiatan ini juga melibatkan langsung para instruktur berpengalaman, seperti Fadriyanto dari MPK2I Jateng dan Bika dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta,” katanya.

Materi pelatihan mencakup pengenalan sumber kebakaran di rumah tangga, seperti kebocoran gas dan korsleting listrik, serta teknik pemadaman menggunakan alat sederhana seperti karung goni basah, APAR, dan peralatan buatan warga berupa gerobak pemadam dengan sistem semprot portabel.

Muhamad Dawaman selaku Sekjen MPK2I, mengapresiasi semangat warga, terutama para ibu rumah tangga yang menunjukkan antusiasme tinggi. “Pelatihan ini bukan hanya soal teknis pemadaman, tapi juga membangun budaya siaga bencana dari rumah,” jelasnya.

Sementara itu Lurah Bumijo Ani Purwati menyebut pelatihan ini sebagai bagian penting dari penguatan ketahanan komunitas. Ia pun berharap, warga tidak hanya menjadi objek penerima bantuan saat terjadi kebakaran.

“Tapi juga menjadi pelaku utama pencegahan dan penanganannya,” ungkap Ani Purwanti.

Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, serta menjadi bagian dari inisiatif Kampung Emas yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut.

Dengan pelatihan ini, UNY kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam membangun kapasitas masyarakat, sejalan dengan semangat ‘UNY Berdampak’ dan program ‘Diktisaintek Berdampak dari Kemendikbudristek’. (*/ ted)