bernasnews – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta bangun pagi ini dengan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memperingatkan masyarakat untuk menyiapkan selimut tebal karena suhu minimum di wilayah ini turun hingga 19°C pada Sabtu, 20 Juli 2025.
Prakirawan BMKG Yogyakarta menyebutkan suhu udara di Jogja hari ini berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius. Udara dingin mulai menyelimuti sejak dini hari dengan kondisi cerah berawan. Cuaca cerah berawan bertahan hingga pagi dan siang, sebelum awan menutup langit Jogja pada malam hari nanti.
BMKG mencatat kelembapan udara mencapai 95 persen pada puncaknya. Angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam. BMKG meminta masyarakat berhati-hati saat berkendara pagi dan malam hari, karena suhu dingin bisa menurunkan konsentrasi dan daya tahan tubuh.
Warga Jogja mulai merasakan dampak udara dingin yang menusuk tulang sejak awal Juli lalu. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi hingga Agustus mendatang, sehingga suhu minimum di bawah 20 derajat Celsius masih mungkin terjadi.
BMKG menekankan fenomena ini merupakan siklus tahunan akibat pergerakan angin timuran yang membawa massa udara kering dan dingin dari Australia.
Gelombang Tinggi Masih Mengintai Pantai Selatan
Selain suhu dingin, ancaman gelombang tinggi juga masih mengintai pantai selatan Yogyakarta. BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan Yogyakarta hari ini mencapai 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi. Gelombang setinggi itu bisa mengancam aktivitas nelayan, wisatawan pantai, dan penambang pasir besi di kawasan pesisir selatan.
Prakirawan BMKG Yogyakarta menegaskan peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku selama 24 jam sejak Sabtu pagi. BMKG meminta nelayan tradisional untuk menunda melaut jika tidak mendesak. Wisatawan pantai juga diminta tidak bermain air terlalu jauh atau mandi di area berbahaya.
“Masyarakat Jogja harus mewaspadai gelombang tinggi di laut selatan dan suhu udara dingin di daratan. Kondisi cuaca seperti ini biasa terjadi pada puncak musim kemarau,” ujar Prakirawan BMKG Yogyakarta dalam rilis resmi yang diterbitkan Sabtu pagi.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau prakiraan cuaca terbaru sebelum bepergian atau beraktivitas di luar rumah. Prakirawan menyebut cuaca cerah berawan akan mendominasi langit Jogja selama akhir pekan ini, namun suhu dingin tetap berpotensi menggigit kulit warga hingga dini hari.
Dengan suhu minimum yang semakin turun dan gelombang tinggi yang terus mengancam, BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan menunda aktivitas berisiko di laut selatan Jogja.
Warga diminta menyiapkan jaket atau selimut tebal saat beraktivitas di pagi dan malam hari agar tubuh tetap hangat dan tidak mudah sakit.












