bernasnews – Nasib tragis menimpa Tekatono, buruh harian lepas asal Pajangan, Bantul. Pria berusia paruh baya itu meningg*l dunia setelah terjatuh dari lantai dua. Ia tengah memasang plafon di sebuah rumah di Dusun Ngebel, Tamantirto, Kasihan, Bantul pada Rabu (16/7/2025) petang.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Polisi memastikan kecelakaan kerja itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.
Saksi mata bernama Aizar Azfa Rahmadian (21), karyawan swasta yang juga berada di lokasi, sempat mendengar suara benda jatuh keras dari lantai dua.
Biasanya, setiap benda kerja korban jatuh, Tekatono akan langsung meminta tolong kepada saksi untuk mengambilkan. Namun kali itu, Tekatono tak bersuara sedikit pun.
Sekitar 30 menit kemudian, Aizar memberanikan diri mengecek keadaan di lantai dua melalui jendela. Pemandangan mengejutkan terpampang di hadapannya. Ia melihat Tekatono sudah tergeletak diam tak bergerak di lantai.
Dengan panik, Aizar langsung turun ke lantai satu dan memberi tahu pemilik rumah. Mereka segera meminta bantuan ambulans. Kebetulan pemilik rumah merupakan seorang dokter.
Ia langsung memeriksa kondisi Tekatono. Saat itu, denyut nadinya nyaris tak teraba. Dokter tersebut mencoba melakukan resusitasi jantung paru (RJP), tapi tak membuahkan hasil. Pupil mata Tekatono telah melebar, menandakan nyawanya telah melayang.
Tak lama kemudian, dua ambulans datang dari RS PKU Gamping dan Kelurahan Tamantirto. Petugas Polsek Kasihan, Tim Inafis Polres Bantul, PMI, serta BPBD juga tiba untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Petugas menemukan pendarahan pada bagian hidung dan telinga korban. Matanya sedikit terbuka, tulang hidungnya memar dan bergeser. Namun, polisi tidak menemukan luka robek ataupun tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Setelah memastikan korban meningg*l dunia akibat kecelakaan kerja, pihak keluarga memutuskan membawa jenazah Tekatono ke RS PKU Bantul untuk membersihkan luka-lukanya sebelum dimakamkan.
Pihak keluarga menerima musibah tersebut dengan lapang dada dan menganggapnya sebagai takdir.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di Bantul dalam beberapa bulan terakhir. Polisi mengimbau para pekerja bangunan untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan memakai sabuk pengaman atau tali pengikat tubuh saat berada di ketinggian.
“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas. Kami mengingatkan semua pihak agar kejadian serupa tak terulang,” tegas AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana. (ef linangkung)












