News  

Gelombang Tinggi Masih Mengancam Pantai Selatan, Warga Diminta Siapkan Jaket dan Tingkatkan Kewaspadaan

Gelombang Tinggi Masih Mengancam/Foto: BMKG

bernasnews – Jumat (18/7/2025). Cuaca pagi di Daerah Istimewa Yogyakarta menampakkan wajah cerah berawan. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan mentari yang bersinar malu-malu sejak pukul 07.00 WIB.

BMKG DIY merilis prakiraan cuaca daerah setempat yang berlaku selama 24 jam penuh pada Jumat ini. Sleman bagian Utara dan Kulon Progo bagian Utara berpotensi hujan ringan pada siang hingga sore hari. Prediksi malam hingga dini hari nanti, langit Yogyakarta hanya akan berselimut awan.

Suhu udara berkisar antara 20 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara cukup tinggi, mencapai 60 hingga 95 persen. Sementara itu, angin bergerak dari Timur ke Selatan dengan kecepatan maksimum 30 km per jam. BMKG meminta para pengendara motor dan nelayan tradisional tetap berhati-hati saat beraktivitas.

Namun, peringatan paling keras disampaikan BMKG DIY kepada masyarakat yang berencana mengunjungi pantai selatan. Tinggi gelombang laut di Perairan Yogyakarta masih berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter.

Ketinggian tersebut masuk dalam kategori tinggi. BMKG mengeluarkan peringatan dini agar wisatawan, nelayan, pedagang tepi pantai, dan masyarakat setempat mewaspadai gelombang tinggi yang masih mengancam.

BMKG menyebutkan pola cuaca saat ini termasuk dalam masa pancaroba menuju kemarau basah. Mereka mengingatkan perubahan suhu ekstrem berpotensi memicu gangguan kesehatan bagi warga.

Petugas mengimbau masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh, mengonsumsi air putih yang cukup, serta mengenakan pakaian hangat ketika suhu pagi turun hingga 20 derajat Celsius.

Dengan peringatan ini, BMKG berharap warga DIY tetap waspada dan bijak. Pantai selatan boleh saja menawarkan pesona dan keindahan, namun gelombang tinggi selalu menjadi misteri yang mengintai siapa saja tanpa pandang bulu. (ef linangkung)