News  

Kronologi Pendaki Asal Swiss Terjatuh di Rinjani, Bagaimana Kondisinya?

Ilustrasi kronologi pendaki Swiss terjatuh di Rinjani. (Pixabay.com)

bernasnews – Kejadian tidak mengenakkan kembali terjadi di Rinjani. Seorang pendaki asing asal Swiss, Benedikt Emmenegger (46), mengalami kecelakaan serius saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Insiden ini terjadi pada Rabu pagi, 16 Juli 2025, ketika korban sedang menuruni jalur dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak setelah mencapai puncak.

Menurut informasi dari Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, insiden pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WITA.

Segera setelah laporan diterima, Kantor SAR Mataram langsung mengerahkan personel dari Pos SAR Kayangan dan disusul oleh tambahan tim dari Mataram untuk memperkuat operasi evakuasi.

Kronologi Kecelakaan Pendaki Asal Swiss di Rinjani

Emmenegger memulai pendakian pada Selasa, 15 Juli 2025, melalui jalur Sembalun. Setelah melakukan summit ke Puncak Rinjani pada Rabu pagi, korban memutuskan untuk melanjutkan perjalanan turun menuju Danau Segara Anak, salah satu titik favorit para pendaki untuk beristirahat.

Namun, saat menuruni jalur bebatuan sebelum mencapai jembatan pertama menuju basecamp Danau Segara Anak, Emmenegger diduga terpeleset dan jatuh.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Akibatnya, ia mengalami luka serius, termasuk patah tulang dan cedera di bagian kepala.

Ketua Asosiasi Tour Organizer Senaru, Munawir, mengonfirmasi bahwa insiden ini segera dilaporkan oleh pemandu wisata yang mendampingi korban.

Berdasarkan keterangan guide, korban masih dalam kondisi sadar namun mengalami luka dan cedera.

Tim SAR Gabungan Dikerahkan Menuju Lokasi

Merespons kejadian ini, Kantor SAR Mataram berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggelar operasi penyelamatan. Tim SAR gabungan yang diterjunkan meliputi:

  • Kantor SAR Mataram
  • Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR)
  • TNI dan Polri
  • BPBD
  • Unit SAR Lombok Timur
  • Emergency Medical Health Community (EMHC)
  • Rinjani Squad
  • Relawan Rinjani, Damkar, porter dan guide lokal

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Saidar Rahmanjaya menyampaikan bahwa seluruh unsur saling bersinergi untuk menjangkau lokasi korban dan mengevakuasinya dengan aman.

Medan menuju titik jatuhnya korban cukup terjal, sehingga tim membawa peralatan lengkap mulai dari mountaineering, komunikasi, medis, hingga kendaraan pendukung.

Dua Opsi Jalur Evakuasi: Sembalun atau Torean

Ketua Tim Evakuasi Balai TNGR, Gede Mustika, menjelaskan bahwa saat ini tim tengah mempertimbangkan dua jalur evakuasi terbaik yang bisa ditempuh untuk menjangkau posisi korban, yaitu melalui jalur Sembalun atau jalur Torean.

“Tim kami terdiri dari delapan personel, termasuk dua tenaga medis. Mereka sudah berjalan menuju lokasi korban sejak laporan diterima. Diperkirakan akan butuh waktu sekitar 6 hingga 8 jam untuk mencapai titik jatuhnya korban,” ujar Gede.

Ia menambahkan bahwa korban kemungkinan besar jatuh dalam posisi tidak stabil, sehingga menyebabkan cedera serius pada tubuhnya. Tim medis disiapkan untuk memberikan penanganan pertama sebelum proses evakuasi lebih lanjut dilakukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Keselamatan Pendakian di Gunung Rinjani Jadi Sorotan

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik, mental, dan perlengkapan keselamatan selama pendakian Gunung Rinjani, terutama di jalur-jalur ekstrem seperti Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Pihak BTNGR juga kembali menegaskan pentingnya penggunaan jasa pemandu wisata resmi serta ketaatan terhadap aturan pendakian. Koordinasi cepat dari pemandu, tour organizer, dan pihak taman nasional sangat membantu dalam mempercepat respons atas kejadian darurat di gunung.

Tim SAR gabungan masih dalam perjalanan dan diharapkan bisa segera mengevakuasi korban ke titik aman. Korban dalam pengawasan awal oleh pemandu serta relawan terdekat.

Dengan medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu di ketinggian Gunung Rinjani, proses evakuasi akan dilakukan secara hati-hati untuk meminimalisir risiko tambahan baik bagi korban maupun tim penyelamat.

Kecelakaan yang dialami wisatawan Swiss ini menyoroti pentingnya protokol keselamatan dalam kegiatan pendakian, terutama di medan ekstrem seperti Rinjani. Sinergi lintas instansi dalam operasi SAR menunjukkan respons cepat dan serius terhadap keselamatan wisatawan, yang menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan wisata alam nasional.

***