News  

Embarkasi Haji DIY Akan Segara Hadir: Kulon Progo Siapkan 500 Kamar Asrama dan Lahan Sultan Ground

Pembangunan Embarkasi Haji DIY/Foto Ilustrasi: Freepik

bernasnews – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam waktu dekat akan memiliki embarkasi haji mandiri. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh rencana tersebut, termasuk menyiapkan fasilitas asrama dan infrastruktur pendukung di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, ST., MSc., MM., menegaskan komitmen ini dalam rapat koordinasi bersama Komisi VIII DPR RI di Hotel Novotel YIA, Senin (14/7/2025).

Dalam forum tersebut, Agung memastikan pihaknya sudah menjalin koordinasi lintas instansi sejak lama demi mempercepat realisasi embarkasi haji untuk wilayah DIY.

“Insya Allah kami sudah berkoordinasi. Harapan kami sebenarnya tahun kemarin sudah terwujud, tapi ternyata baru bisa dirembug kembali hari ini. Semoga ini bukan rembugan terakhir sebelum kita lakukan aksi nyata pada musim haji 2026,” tegas Agung, mengutip dari tugujogja.id.

Kulon Progo Jadi Unggulan Lokasi Embarkasi Haji DIY

Pemkab Kulon Progo menyambut peluang ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat layanan haji bagi jamaah asal DIY. Dengan letak geografis yang strategis, wilayah ini memiliki akses lebih mudah daripada Donohudan di Jawa Tengah yang selama ini menjadi tempat pemberangkatan.

“Jalur ke Kulon Progo lebih cepat dibandingkan ke Donohudan. Kami menawarkan akses lebih cepat, lebih mudah, lebih nyaman, dan lebih murah,” ungkapnya.

Agung menjelaskan bahwa pembangunan embarkasi akan berjalan secara bertahap. Dalam jangka pendek, sekitar 500 kamar hotel berbintang di sekitar YIA akan siap sebagai asrama haji sementara. Langkah ini dinilai paling realistis sembari menunggu pembangunan asrama haji permanen.

Lokasi Asrama Haji Permanen

Untuk jangka menengah, Pemkab Kulon Progo menyiapkan lahan Sultan Ground yang telah mendapatkan restu dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Lahan ini akan menjadi lokasi kompleks asrama haji permanen.

Meski sudah menyusun rencana teknis dan mengantongi dukungan lokal, Agung menyatakan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Kementerian Agama RI dan instansi pusat terkait. Namun begitu, pihaknya berkomitmen untuk selalu siap menindaklanjuti apapun keputusannya.

“Saya berharap ini pembahasan terakhir. Kulon Progo menyambut baik hasil rapat hari ini. Kami selaku pemangku kebijakan selalu siap berkoordinasi dan menerima kabar baik agar segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Dukungan terhadap realisasi embarkasi haji DIY juga datang dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januarto. Dalam rapat yang sama, Singgih menegaskan bahwa Komisi VIII siap mendorong proses regulasi agar pembangunan embarkasi segera bisa terlaksana.

“Kita DPR akan mendukung penuh untuk segera terlaksana. Kami akan membantu dari sisi regulasinya, harapannya bisa selesai di akhir bulan ini,” kata Singgih.

Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi landasan hukum yang penting dalam pembentukan embarkasi haji DIY. Ia menyebut target operasional embarkasi diproyeksikan pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 mendatang.

Selain mempercepat layanan haji, pembangunan fasilitas embarkasi di Kulon Progo juga akan memberi efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pembangunan asrama haji akan mendukung pergerakan ekonomi Kulon Progo,” tambah Singgih.

Dengan dukungan legislatif dan kesiapan dari pemerintah daerah, Yogyakarta akan segera memiliki titik pemberangkatan haji sendiri—sebuah langkah besar yang sudah lama masyarakat DIY nantikan.***(Eln)