News  

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di DIY Selatan, Nelayan dan Wisatawan Diminta Tidak Nekat

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peringatan itu berlaku selama 24 jam mulai Selasa, 15 Juli 2025 pukul 07.00 WIB.

BMKG menyebut kondisi cuaca pada pagi hari cerah berawan. Namun, pada siang hingga sore hari, BMKG memprediksi hujan ringan turun di beberapa wilayah. Hujan ringan berpotensi mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.

Malam harinya, BMKG memprediksi langit DIY berawan. Kondisi berawan itu berlanjut hingga dini hari. Suhu udara berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celcius dengan kelembapan 60 hingga 95 persen. Angin bertiup dari timur ke selatan dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.

BMKG menegaskan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Yogyakarta. Tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter. BMKG mengkategorikan tinggi gelombang itu sebagai kategori tinggi.

Prakirawan BMKG STAMET YIA mengimbau nelayan tradisional untuk tidak memaksakan melaut saat gelombang tinggi. BMKG juga meminta pengelola wisata pantai meningkatkan kewaspadaan. Petugas pantai harus melarang wisatawan bermain air terlalu jauh dari bibir pantai.

Hingga Selasa pagi, BMKG memastikan tidak ada perubahan signifikan pada prakiraan gelombang. Namun, BMKG menegaskan potensi bahaya tetap tinggi. Sebaiknya, nelayan menunda melaut hingga kondisi benar-benar aman. BMKG juga meminta wisatawan untuk tidak nekat bermain air.

Prakirawan BMKG Yogyakarta menyebut pihaknya sudah mengirimkan peringatan kepada pemerintah daerah, Basarnas, TNI AL, Polair, dan pengelola wisata pantai. Mereka berharap seluruh pihak sigap mengantisipasi bencana laut akibat gelombang tinggi.

BMKG menutup peringatan ini dengan satu pesan tegas. Keselamatan adalah yang utama. Jangan menukar nyawa hanya untuk menaklukkan laut saat sedang murka. (ef linangkung)