bernasnews – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut hari pertama masuk sekolah dengan semangat baru. BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport melaporkan kondisi cuaca yang relatif bersahabat pada Senin, 14 Juli 2025. Prakirawan menyebut pagi hari cuaca cerah berawan. Matahari muncul malu-malu di balik awan tipis.
Siang hingga sore hari, BMKG memprediksi hujan ringan berpotensi turun di Sleman bagian utara, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara. Guru-guru sudah menyiapkan kegiatan belajar mengajar pertama dengan harapan langit tetap bersahabat.
Namun, di balik suasana cerah yang menenangkan, ancaman lain justru muncul dari selatan Yogyakarta. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait tinggi gelombang laut. Para nelayan dan wisatawan yang biasa menghabiskan waktu di pantai selatan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Prakirawan menyebut tinggi gelombang di perairan Yogyakarta mencapai 2,5 hingga 4 meter, masuk dalam kategori tinggi. Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 30 km per jam. Kondisi ini bisa membahayakan aktivitas melaut maupun wisata pantai.
Nelayan Pantai Baron di Gunungkidul memutuskan menunda aktivitas melaut. Sumarno, salah satu nelayan, mengaku lebih memilih menambatkan kapal.
“Saya melihat ombak sudah tinggi sejak subuh. BMKG bilang gelombang sampai 4 meter. Kalau nekat melaut, bisa berbahaya. Mending nunggu cuaca aman,” kata Sumarno saat ditemui di bibir Pantai Baron.
Di Pantai Parangtritis, Bantul, petugas SAR juga siaga penuh. Mereka berjaga di menara pantau sejak pagi. Petugas mengingatkan wisatawan agar tidak mandi di laut atau berenang terlalu jauh dari bibir pantai.
“Kami terus mengimbau wisatawan untuk tidak bermain air terlalu ke tengah. Ombak sekarang tinggi sekali dan bisa menyeret tubuh ke laut lepas,” ujar Wahyu, anggota SAR Pantai Parangtritis.
Sementara itu, suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 65 hingga 95 persen. Kondisi ini membuat pagi terasa sejuk, tapi siang hari udara terasa panas menyengat di beberapa titik.
BMKG menegaskan prakiraan cuaca ini berlaku 24 jam mulai pukul 07.00 WIB, diperbarui terakhir pada Senin, 14 Juli 2025 pukul 06.00 WIB. Prakirawan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca mendadak, terutama di wilayah utara DIY yang berpotensi hujan ringan. (ef linangkung)












