News  

Tabrak Belakang Truk yang Berhenti di Jalan Jogja-Wonosari, Warga Ponjong Kehilangan Nyawa

Warga Ponjong kehilangan nyawa seketika usai tabrak truk di Gading, Gunungkidul. (Dok Warga)

bernasnews — Kecelakaan tragis kembali terjadi di ruas jalan utama Jogja-Wonosari. Seorang pria pengendara sepeda motor Supra tewas di tempat setelah menghantam bagian belakang truk yang berhenti mendadak di badan jalan. Insiden tersebut terjadi pada Jumat sore, 11 Juli 2025, sekitar pukul 17.30 WIB.

Diberitakan kabarjawa.com Peristiwa maut itu berlangsung di kawasan Dusun Gading III, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Saat itu, arus lalu lintas sedang padat karena waktu menjelang petang, momen ketika kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Wonosari cukup ramai.

Dari keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, diketahui bahwa truk dump bermerek Isuzu dengan nomor polisi AB-8699-BK, yang dikemudikan oleh Suminto, berhenti di tepi jalan untuk pemeriksaan. Suminto mengaku mendengar suara tidak biasa dari roda belakang truknya beberapa meter sebelum kejadian.

“Roda belakang seperti mengeluarkan bunyi aneh, jadi saya berhenti untuk mengecek,” jelas Suminto kepada petugas di lokasi.

Namun sayangnya, posisi pemberhentian truk tersebut sebagian besar berada di badan jalan, bukan sepenuhnya di bahu jalan. Situasi ini memicu risiko besar bagi kendaraan lain yang melintas dari arah belakang.

Dalam waktu bersamaan, Sulasa Prastiyo (31), warga asal Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, datang mengendarai sepeda motor Supra dengan nomor polisi AB-6972-SB dari arah utara (Yogyakarta) menuju Wonosari.

Karena jarak yang terlalu dekat dan kecepatan cukup tinggi, Sulasa tidak sempat menghindari atau mengerem, sehingga menabrak bagian belakang truk dengan keras.

Benturan keras antara sepeda motor dan truk tersebut terdengar sangat nyaring hingga mengejutkan warga sekitar. Mereka segera berlari ke lokasi dan mendapati Sulasa dalam kondisi mengenaskan tergeletak di aspal.

Bahu kanan korban tampak patah parah, dengan darah mengalir dari hidung. Warga yang pertama tiba menyebutkan bahwa dada korban sudah tidak bergerak. Sulasa dinyatakan meninggal dunia di tempat sebelum sempat mendapat pertolongan medis.

“Korban meninggal dunia di tempat kejadian sebelum sempat mendapat pertolongan medis,” ungkap salah satu petugas.

Suminto, sopir truk, hanya bisa terduduk lemas menyaksikan peristiwa nahas itu. Ia turut syok melihat pengendara motor yang baru saja menabrak truknya meregang nyawa tepat di bawah kendaraan yang ia kemudikan.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Playen tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit terdekat. Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga diamankan guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Jalur Jogja-Wonosari selama ini memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan kecelakaan, terutama di titik-titik yang minim penerangan dan rambu peringatan. Banyak kendaraan besar yang kerap berhenti tanpa tanda, menciptakan kondisi berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara di ruas jalan utama tersebut, terlebih saat sore hari ketika lalu lintas mulai padat.

“Kami mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kendaraan besar yang mungkin berhenti mendadak,” tutur seorang petugas.

Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berujung pada kehilangan nyawa. Keselamatan dan kehati-hatian harus menjadi prioritas utama setiap pengemudi. (Eln)