News  

Siap-siap Selimut, Suhu DIY Kian Dingin dan Gelombang Tinggi Ancam Perairan Selatan

BMKG DIY ingatkan suhu makin dingin dan gelombang laut capai 4 meter. (BMKG)

bernasnews – Suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menurun. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan cuaca untuk Sabtu, 12 Juli 2025.

BMKG meminta masyarakat bersiap menghadapi suhu dingin serta gelombang tinggi yang mengancam perairan selatan DIY.

Berdasarkan data terbaru, suhu udara hari ini berada di kisaran 21 hingga 31 derajat Celsius. Udara terasa lebih sejuk, terutama pada dini hari.

Kelembapan udara tercatat antara 50 hingga 93 persen, dengan angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dan kecepatan maksimum mencapai 25 kilometer per jam.

Cerah Berawan Sepanjang Hari, Namun Laut Tetap Berbahaya

Pada pagi hingga sore hari, kondisi cuaca di seluruh wilayah DIY diprakirakan cerah berawan. Malam harinya, langit akan mulai tertutup awan, meski belum berpotensi hujan. Sementara dini hari, cuaca kembali cerah berawan dengan suhu minimum menyentuh 21 derajat Celsius.

Namun, di balik suasana sejuk tersebut, bahaya gelombang tinggi mengintai wilayah laut selatan Yogyakarta. BMKG memperkirakan gelombang laut bisa mencapai 2,5 hingga 4,0 meter.

Tinggi ombak tersebut masuk dalam kategori berbahaya, terutama bagi nelayan dan wisatawan yang melakukan aktivitas laut.

Warga diminta tidak memaksakan diri melaut jika kondisi ombak tidak bersahabat. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mengikuti arahan penjaga pantai dan memperhatikan rambu peringatan di sekitar area wisata pesisir.

Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa gelombang tinggi telah menyebabkan korban jiwa di sejumlah titik pantai selatan. Instansi pemantau cuaca tersebut mengingatkan bahwa ombak setinggi 4 meter dapat menghantam perahu nelayan dan menyebabkan kecelakaan fatal.

Musim Kemarau Picu Suhu Ekstrem, Jaga Kesehatan Tubuh

Selain risiko di laut, penurunan suhu juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Udara dingin berpotensi menurunkan daya tahan tubuh. Masyarakat diminta mengenakan jaket pada malam dan dini hari, terutama untuk mencegah flu dan gangguan pernapasan.

Angin kencang dari arah timur laut dan tenggara menjadi faktor utama suhu yang terasa menusuk. Arus angin ini membawa massa udara dingin dari wilayah selatan Samudra Hindia menuju daratan DIY. Kondisi tersebut merupakan fenomena tahunan saat puncak kemarau berlangsung.

Pusat Meteorologi memperkirakan puncak musim kemarau di DIY akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2025. Warga yang tinggal di dataran tinggi seperti Gunungkidul dan Kulon Progo bagian utara perlu mewaspadai suhu ekstrem yang bisa turun di bawah 20 derajat Celsius pada dini hari.

Pemantauan cuaca dan laut dilakukan selama 24 jam penuh. BMKG memastikan akan segera menyampaikan peringatan dini apabila terdeteksi potensi cuaca ekstrem atau gelombang sangat tinggi. Warga dapat memantau prakiraan terkini melalui kanal resmi yang tersedia.

Dengan suhu yang terus menurun dan ancaman gelombang tinggi di laut, keselamatan menjadi prioritas utama.

Petugas meminta warga tidak menantang alam demi konten media sosial atau kepentingan ekonomi semata. Alam bisa berubah ganas dalam sekejap tanpa memberi tanda yang jelas.