bernasnews – Guncangan gempa magnitudo 4,6 mengagetkan warga Gunungkidul pada Sabtu pagi, 12 Juli 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada 67 kilometer barat daya Pacitan, Jawa Timur, tepatnya di koordinat 8.74 Lintang Selatan dan 110.87 Bujur Timur, dengan kedalaman 26 kilometer.
Gempa yang tergolong dangkal ini terjadi pada pukul 10.25 WIB dan cukup dirasakan oleh warga di pesisir selatan DIY, khususnya Gunungkidul. Getarannya hanya berlangsung beberapa detik, namun cukup kuat untuk membuat warga panik.
Ustman, warga Girisubo, mengaku sedang duduk santai saat guncangan terasa. “Saya kaget sekali, lantai seperti digetarkan keras. Saya langsung lari keluar rumah,” ujarnya.
Trauma Gempa 2006 Masih Membekas di Ingatan Warga
Tak hanya Ustman, Pailan dari Rongkop juga mengaku terkejut. “Rumah saya bergetar. Saya kira ada truk muatan pasir lewat, ternyata gempa,” tuturnya.
Warga lain di wilayah pesisir memilih keluar rumah dan mencari tempat aman di ruang terbuka.
Sebagian besar warga tetap berada di luar rumah selama beberapa waktu. Banyak yang masih trauma dengan gempa besar pada tahun 2006 silam yang menghancurkan ribuan rumah dan menelan ratusan korban jiwa.
Beberapa ibu tampak memeluk erat anak-anak mereka, sementara para lansia melantunkan doa di pinggir jalan. Anak-anak menolak untuk kembali masuk ke rumah.
“Saya takut gempa lagi. Saya maunya di luar saja,” ujar Rani, siswi SD yang terus menggenggam tangan ibunya.
BMKG menyampaikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa. Kami akan terus memantau perkembangan gempa susulan,” jelas petugas BMKG Yogyakarta dalam keterangan resminya.
Hingga berita ini ditulis, warga masih memilih berjaga-jaga di luar bangunan dan menghindari lokasi yang berisiko runtuh. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun siaga, mengingat wilayah DIY hingga Pacitan berada di zona subduksi aktif yang kerap memicu aktivitas seismik. (Eln)











