bernasnews – Kemantren Kotagede kembali menghadirkan gelaran tahunan yang telah dinanti oleh masyarakat, Kotagede Mencari Bakat (KMB) 2025. Ajang pencarian bakat yang bertujuan melestarikan seni dan budaya lokal ini akan digelar selama dua hari, yakni pada 19 Juli dan 26 Juli 2025.
Menginjak tahun ke-10 penyelenggaraan, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp15 juta untuk para pemenang.
Fiya Ma’arifa Ulya, staf Jawatan Sosial Kemantren Kotagede sekaligus panitia KMB 2025, menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin diselenggarakan sebagai wadah pengembangan potensi seni masyarakat.
“Kotagede Mencari Bakat adalah ajang kebanggaan kami. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian lokal sejak usia dini hingga dewasa,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemantren Kotagede pada Selasa, 8 Juli 2025.
Tahun ini, KMB 2025 menghadirkan format yang lebih beragam dengan menambah satu cabang baru, yaitu cipta baca puisi. Dengan begitu, kini terdapat tiga cabang lomba: musik, tari, dan cipta baca puisi.
Setiap cabang akan dibagi ke dalam dua kategori: kategori anak-anak (PAUD hingga SD) dan kategori umum (SMP hingga dewasa).
Secara khusus, lomba cipta baca puisi ditujukan bagi pelajar dari jenjang SD hingga SMA. Fiya menekankan bahwa penambahan cabang ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan literasi seni.
“Kami memilih lomba cipta baca puisi untuk mendorong kreativitas siswa dalam literasi sastra, penulisan, pembacaan puisi, serta meningkatkan apresiasi mereka terhadap seni dan sastra,” ujarnya.
Peserta pada cabang cipta baca puisi diberikan kebebasan untuk membacakan karya sendiri atau karya penyair lain, dengan syarat tidak mengandung plagiarisme, unsur SARA, maupun pornografi.
Penilaian akan mempertimbangkan aspek seperti artikulasi, intonasi, penghayatan makna, emosi, ekspresi, dan gesture saat tampil.
Ajang KMB 2025 hanya diperuntukkan bagi warga Kotagede. Panitia mewajibkan peserta menyertakan bukti identitas, seperti KTP, KIA, atau Kartu Keluarga. Meski demikian, untuk peserta kelompok, diperbolehkan ada anggota dari luar wilayah Kotagede, dengan ketentuan maksimal 30% dari jumlah total anggota.
“Seluruh peserta akan tampil pada tanggal 19 Juli 2025. Panitia akan memilih tiga peserta terbaik dari setiap cabang lomba pada hari tersebut,” jelas Fiya.
Finalis yang terpilih kemudian akan bersaing kembali dalam grand final yang digelar pada malam 26 Juli 2025, untuk menentukan juara pertama, kedua, dan ketiga di masing-masing cabang.
Pendaftaran dibuka mulai 7 Juli dan akan ditutup pada 15 Juli 2025 atau lebih awal jika kuota peserta sudah terpenuhi. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi linktr.ee/kemantrenkg.
“Pemenang lomba akan memperoleh trophy dan total hadiah mencapai Rp15 juta,” kata Fiya menegaskan.
Tak hanya menghadirkan kompetisi, KMB 2025 juga dikemas dalam suasana yang meriah dan inklusif.
Akan ada berbagai hiburan pendukung, seperti penampilan angklung dari kelompok lansia Kelurahan Prenggan, band-band pelajar dari sekolah-sekolah di Kotagede, hingga bazar UMKM yang menyajikan aneka kuliner dan produk khas lokal.
Sebagai puncak hiburan, KMB 2025 akan dimeriahkan oleh musisi muda Jogja, Tyok Satrio, yang dikenal luas setelah tampil di ajang X Factor Indonesia. Kehadirannya diharapkan dapat menambah semangat peserta dan memberi inspirasi bagi generasi muda agar terus berkarya di bidang seni.
Dengan perpaduan antara nuansa tradisional dan sentuhan modern, KMB 2025 diyakini akan menjadi momentum penting dalam memajukan budaya lokal serta memupuk bakat seni warga Kotagede.
Semangat pelestarian budaya yang dikemas dalam bentuk lomba ini menjadi cermin nyata bahwa seni dapat menjembatani berbagai generasi untuk terus berkarya. (Eln)












