bernasnews – Salah satu pertanyaan yang muncul dalam supervisi Pengelolaan Kinerja “Bagaimana kesan Ibu/Bapak secara keseluruhan mengenai sistem pengelolaan kinerja saat ini?”.
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berinovasi, salah satunya melalui penerapan sistem pengelolaan kinerja yang menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan nasional.
Sistem ini bukan hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis yang membantu guru, kepala sekolah, dan pengawas merancang serta mencapai sasaran kinerja secara lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan masing-masing.
Apa Itu Sistem Pengelolaan Kinerja?
Secara umum, pengelolaan kinerja merupakan suatu pendekatan manajerial yang digunakan untuk memantau, mengukur, dan mengevaluasi kinerja individu maupun organisasi.
Dalam konteks pendidikan, sistem ini berperan sebagai jembatan antara kebijakan pendidikan dan praktik profesional para pendidik, agar setiap program pembelajaran yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan hasil yang terukur.
Melalui sistem ini, tenaga kependidikan didorong untuk menetapkan sasaran kinerja yang kontekstual—yakni disesuaikan dengan kondisi lingkungan belajar masing-masing.
Hal ini sejalan dengan visi Merdeka Belajar yang diusung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Supervisi Pengelolaan Kinerja: Wadah Penilaian dan Refleksi
Sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan, Kemendikdasmen melaksanakan supervisi pengelolaan kinerja melalui survei daring di platform Ruang GTK. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 hingga 9 Juli 2025, dan mengundang partisipasi aktif dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan.
Salah satu pertanyaan penting dalam survei ini adalah: “Bagaimana kesan Ibu/Bapak secara keseluruhan mengenai sistem pengelolaan kinerja saat ini yang digunakan untuk evaluasi?”
Pertanyaan ini menjadi ruang reflektif yang menggambarkan sejauh mana para pendidik merasakan dampak langsung dari sistem pengelolaan kinerja terhadap efektivitas tugas mereka dan hasil pembelajaran murid.
Contoh Jawaban Kesan Terhadap Sistem Pengelolaan Kinerja Saat Ini
Jika Anda diminta memberikan tanggapan, berikut adalah contoh jawaban yang bisa digunakan, tentu saja disesuaikan dengan pengalaman pribadi Anda:
“Secara umum, saya merasa bahwa sistem pengelolaan kinerja yang saat ini diterapkan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam mendukung tugas-tugas kami sebagai guru. Platform ini memberikan kemudahan dalam merancang target kinerja yang sesuai dengan konteks kelas dan sekolah kami.
Penggunaan sistem yang terintegrasi dengan Platform Merdeka Mengajar juga sangat membantu, karena kami tidak hanya fokus pada pelaporan administratif, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran siswa.
Dengan pendekatan ini, saya merasa lebih diberdayakan sebagai pendidik dan mampu merancang pembelajaran yang lebih bermakna. Sistem ini sangat transparan, adil, dan berbasis pada capaian nyata, bukan semata-mata pada jenjang kepangkatan.”
Tentu saja, setiap jawaban bisa berbeda tergantung pengalaman masing-masing guru. Namun, inti dari tanggapan ini adalah menggambarkan bahwa sistem tersebut telah memberikan manfaat nyata dalam proses kerja dan pembelajaran.
Kaitan Sistem Ini dengan Transformasi Pendidikan
Pengelolaan kinerja bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Sistem ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar, yang mendorong keterlibatan guru secara lebih aktif dan profesional.
Melalui pengelolaan kinerja, guru bukan hanya menjalankan tugas formal, tetapi juga diberi ruang untuk bereksperimen dan berinovasi dalam proses pembelajaran.
Lebih dari itu, sistem ini memperkuat komitmen Kementerian dalam meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas sektor pendidikan melalui pendekatan berbasis data dan hasil nyata.
Regulasi yang mengatur hal ini juga sudah ditetapkan dengan jelas pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional.
Dua peraturan ini menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan sistem yang bertujuan menciptakan standar kerja yang jelas, evaluasi yang objektif, dan pengakuan yang tepat atas kontribusi para tenaga kependidikan.
Manfaat Nyata Bagi Guru dan Kepala Sekolah
Sistem pengelolaan kinerja saat ini telah memberi sejumlah keuntungan nyata bagi dunia pendidikan. Di antaranya:
Kemudahan dalam Merancang Sasaran Kinerja
Guru bisa menetapkan target pembelajaran yang sesuai dengan tantangan di lapangan, tidak lagi terpaku pada standar yang seragam dan tidak fleksibel.
Penilaian yang Lebih Adil dan Objektif
Penilaian dilakukan berdasarkan pencapaian konkret dan bukti kerja, bukan hanya berdasarkan pangkat atau golongan semata.
Mendorong Profesionalisme Guru
Sistem ini memberi ruang bagi guru untuk berkembang sebagai pendidik profesional, bukan sekadar pelaksana administrasi.
Efisiensi Pelaporan dan Evaluasi
Dengan platform yang terintegrasi, guru dan kepala sekolah dapat lebih mudah mengakses dan mengisi laporan kinerja, sehingga lebih fokus pada peningkatan mutu pembelajaran.
Memberdayakan Peran Guru
Guru bukan hanya menjadi objek evaluasi, tetapi juga aktor utama dalam menciptakan perubahan positif di sekolah.
Dampak Positif Terhadap Pembelajaran Murid
Pada akhirnya, tujuan utama dari sistem pengelolaan kinerja adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
Dengan guru yang lebih terarah, didukung oleh sistem yang adil dan fleksibel, maka murid pun akan menerima proses pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan kontekstual.
Pendekatan ini menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tidak hanya terjadi di level kebijakan, tetapi telah menyentuh praktik sehari-hari di ruang kelas.
Pertanyaan tentang “bagaimana kesan Ibu/Bapak mengenai sistem pengelolaan kinerja saat ini?” bukan sekadar formalitas dalam survei.
Jawaban atas pertanyaan ini mencerminkan bagaimana para guru dan tenaga pendidik menilai sistem yang digunakan dalam menunjang tugas mereka.
Jika dirancang dan dilaksanakan dengan baik, sistem pengelolaan kinerja akan terus menjadi fondasi penting dalam mendukung perubahan besar di sektor pendidikan Indonesia.
***












